28 Januari 2026

Menjaga Integritas Subang: Pesan Moral untuk Kepemimpinan Daerah

0
IMG-20250818-WA0004

Subang – Opini – Harapan besar disematkan publik kepada kepemimpinan Kabupaten Subang saat ini untuk melakukan transformasi di berbagai aspek. Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik, ada satu isu krusial yang sering luput dari perhatian, namun sangat vital bagi integritas dan marwah pemerintahan: selektivitas dalam penempatan pejabat.

Terdapat kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat tentang potensi terulangnya “luka lama” yang disebabkan oleh krisis kepercayaan terhadap pemimpin sebelumnya. Oleh karena itu, pesan moral dari warga Subang sangat jelas: dalam memilih dan menempatkan pejabat di pemerintahan, integritas dan dedikasi harus menjadi kriteria utama.

Hindari Kompromi pada Integritas

Menempatkan individu yang pernah tersandung kasus korupsi atau memiliki rekam jejak yang tercela dalam posisi strategis merupakan tindakan yang sangat ironis dan memprihatinkan. Padahal, Kabupaten Subang masih memiliki banyak pegawai yang jujur dan bersih, yang memiliki potensi besar untuk memajukan daerah.

Masyarakat Subang mengimbau agar pemimpin tidak terjebak dalam bisikan politik yang berorientasi pada balas budi atau “bagi-bagi kueh kekuasaan” yang hanya akan merusak kredibilitas. Praktik seperti ini dapat berujung pada menurunnya efektivitas pemerintahan, merusak moral dan motivasi pegawai, serta memicu konflik internal.


 

Konsekuensi dan Tuntutan Transparansi

 

Jika proses penempatan pegawai tidak didasarkan pada meritokrasi, kepercayaan publik akan terkikis. Oleh karena itu, transparansi menjadi kunci. Publik berhak mengetahui sosok dan kriteria yang digunakan dalam proses promosi jabatan. Meskipun penempatan pegawai merupakan hak prerogatif bupati, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal mutlak untuk menjaga kepercayaan publik.

Warga Subang menegaskan bahwa mereka bukanlah sekadar penonton pasif. Mereka adalah elemen yang mengantarkan pemimpin ke tampuk kekuasaan, dan oleh karenanya, suara mereka harus didengar. Rakyat butuh pemimpin yang inklusif, transparan, dan akuntabel.

Kepemimpinan yang baik harus mampu menjadi “magnet” yang menarik partisipasi aktif rakyat dalam pembangunan dan proses demokrasi. Ini bukan lagi tentang “drama badut-badut elit politik,” melainkan tentang mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani, di mana aspirasi dan partisipasi rakyat dihargai. Hanya dengan demikian, Subang dapat benar-benar maju dan sejahtera.

Oki Hardiansyah


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.