29 Januari 2026

Program MBG di Subang, Kades Pakuhaji Murka: Sekolah Dipasok Dapur Luar Desa, Abaikan Kontrol Kesehatan Lokal!

0

SUBANG, METRONASIONALNEWS.COM – Kebijakan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cisalak, Subang, menuai kritik keras dari Pemerintah Desa (Pemdes) Pakuhaji. Kepala Desa Pakuhaji, Asep Komarudin, yang akrab disapa Okay, menyatakan berang dan menuding distribusi tersebut terkesan hanya mengejar keuntungan (profit) tanpa mempertimbangkan aspek kesehatan, akuntabilitas, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Baca Juga:Transisi Kepemimpinan: Sumardi Jabat Camat Subang, Aet Rudiatna Pimpin Kecamatan Cisalak

Kritik tajam Kades Pakuhaji berpusat pada tumpang tindih distribusi yang dinilai tidak logis dan tidak transparan.

Abaikan Dapur Lokal, Pilih Pemasok Luar

Menurut Kades Asep, di Desa Pakuhaji sendiri telah tersedia dapur MBG yang siap beroperasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di wilayah Pakuhaji justru dipasok MBG dari dapur yang berlokasi di luar desa, seperti dari Kp. Kapuk Nahun, Desa Darmaga.

“Ini wajib dibenahi. Persoalan MBG terkesan hanya melihat profit (keuntungan), sisi lain tidak dipertimbangkan,” tegas Asep Komarudin.

Pemdes Pakuhaji merasa kehilangan fungsi kontrol atas program yang menyentuh kesehatan warganya. Asep menekankan bahwa pendistribusian seharusnya dilakukan dari dapur yang berada di wilayahnya sendiri agar Pemdes dapat meninjau langsung aspek kebersihan dan kesehatan dapur.

“Logis tidak? Mendistribusikan MBG harus dari dapur MBG di Kp. Kapuk Nahun Desa Darnaga, sementara dapur MBG yang ada di Desa Pakuhaji harus mengirim ke mana? Kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?” kritik Kades Asep, mempertanyakan alur birokrasi dan pertanggungjawaban program.

Desakan Agar MBG Tidak Dijadikan Lahan Bisnis

Kades Pakuhaji mendesak adanya koordinasi segera dengan pihak-pihak terkait. Ia menilai kebijakan yang berlaku saat ini seolah-olah hanya mengejar jumlah penerima tanpa mengindahkan tata kelola yang benar, sehingga sangat kental aroma bisnisnya.

Baca Juga:Tanam Jagung Hibrida di Lahan Perhutani Bojong

“Jangan munafik. Ini persoalan menyangkut program pemerintah yang seharusnya ada koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” harap Kades Asep.

Melalui kritik ini, Pemdes Pakuhaji mendesak agar kebijakan distribusi MBG di Cisalak segera direvisi dan disesuaikan dengan keberadaan dapur lokal. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program mulia pemerintah tersebut tidak disalahartikan atau dijadikan lahan bisnis oleh oknum tertentu, serta menjamin makanan bergizi yang diterima warga benar-benar aman, nyaman, dan terkontrol kesehatannya oleh pemerintah desa setempat.

APANDIANA/OKI HARDIANSYAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.