29 Januari 2026

Revitalisasi Kearifan Lokal: Ngaruat Bumi Desa Gandasoli Kembali Digelar, Kobarkan Semangat ‘Sareundeuk Saigel’

0

SUBANG, – Di tengah arus modernisasi dan individualisme yang kian menggerus tradisi, Desa Gandasoli, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, mengambil langkah berani untuk menghidupkan kembali kearifan lokal melalui perayaan sakral Ngaruat Bumi (merawat dan menjaga kelestarian alam).

Baca Juga:Dandim 0610/Sumedang Tutup Turnamen Voli Antar Desa, Desa Raharja Jadi yang Terbaik

Setelah bertahun-tahun tidak dirayakan, momen Ngaruat Bumi yang jatuh pada Senin, 1 Desember 2025, ini dipandang sebagai peristiwa historis bagi warga Gandasoli untuk menyalakan kembali semangat kebersamaan dan gotong-royong yang terbingkai dalam filosofi Sunda: “sareundeuk saigel, sageugeut sapihanean” (seia sekata, seiring sejalan, dan bersama-sama).

Lebih dari Seremonial: Tiga Tujuan Mulia

Tokoh panutan Desa Gandasoli, H. Iman, menekankan bahwa hajatan Ngaruat Bumi ini harus dimaknai jauh melampaui sekadar acara seremonial. Ia menyebut momen ini sangat krusial sebagai pengingat untuk menghormati jasa para leluhur (karuhun) yang telah mendirikan Desa Gandasoli.

Menurut H. Iman, pelaksanaan Ngaruat Bumi pada 1 Desember 2025 memiliki tiga tujuan utama:

  1. Mempererat Silaturahmi: Menjalin dan mempererat tali persaudaraan antar sesama warga Desa Gandasoli.
  2. Mengucap Syukur: Mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan keberkahan dan karunia yang dirasakan oleh warga.
  3. Mengenang Sejarah: Mengingat dan mengenang para pendiri dan sesepuh desa tentang cikal bakal dan nama Desa Gandasoli.

Menanamkan Nilai ‘Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh’

H. Iman juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat Sunda saat ini, di mana nilai-nilai tradisional seperti “silih asah, silih asih, silih asuh” (saling mengasah, mengasihi, dan mengasuh), serta tradisi seperti ngabeungkat atau mapag sri (wujud penghormatan pada alam), kian tergerus oleh orientasi hidup yang materialistis.

Melalui hajatan Ngaruat Bumi, H. Iman sangat optimistis bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat dijunjung tinggi kembali. Secara harfiah, Milangkala Desa Gandasoli ini memberi sinyal kuat pada penguatan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam dan kebersamaan.

Pesan Moral untuk Generasi Muda

“Walaupun ‘ngaruat bumi’ saat ini tampak semakin tenggelam di beberapa wilayah Sunda, upaya revitalisasi melalui adaptasi dan penguatan kesadaran kolektif masih bisa membantu melestarikan kearifan lokal tersebut,” pungkas H. Iman.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali menanamkan kearifan lokal, menjadikannya landasan moral untuk membangun desa yang harmonis dan berkelanjutan.

Apandiana/OKI Hardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.