29 Januari 2026

Rumah Warga di Margamekar Roboh Bertahap, TPT Ambruk Saat Malam Hari: Keluarga Mengungsi, Bantuan Mendesak Diharapkan

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com  – Suasana duka dan kepanikan menyelimuti Dusun Nagrog, RT 04 RW 05, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan pada Selasa (09/12/2025) sore hingga malam hari. Rumah milik Andriana, warga setempat, perlahan-lahan mengalami kerusakan parah hingga akhirnya roboh bertahap. Tak berhenti di situ, Tembok Penahan Tanah (TPT) di samping rumah pun ikut ambruk, memperburuk kondisi dan mengancam keselamatan keluarga penghuni.

‎Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa yang terjadi dalam dua tahap itu membuat keluarga korban harus mengungsi dan tinggal di tempat yang lebih aman.

‎Ketua RW 05, Maman, menuturkan bahwa tanda-tanda kerusakan mulai terlihat memasuki waktu magrib. Dinding rumah mendadak retak dan roboh tanpa tanda-tanda besar sebelumnya.

‎ “Waktu mau Magrib itu dinding sudah mulai roboh. Tak lama berselang, ketika memasuki waktu Isya, TPT yang ada di samping rumah juga ikut ambruk,” ujar Maman dengan nada prihatin.

‎Diduga, kondisi bangunan yang sudah rapuh, ditambah intensitas hujan beberapa hari terakhir, menjadi pemicu runtuhnya rumah tersebut.

‎Akibat runtuhan yang terus berlanjut, keluarga Andriana langsung dievakuasi oleh warga sekitar.



‎Sebagian perabotan rumah tidak dapat diselamatkan. Area dapur, kamar tidur, hingga bagian belakang rumah nyaris tidak berbentuk. Retakan besar terlihat di berbagai sisi pondasi.

‎Kini keluarga korban menumpang di rumah kerabat terdekat sambil menunggu bantuan pemerintah.

‎Ternyata, rumah Andriana sudah diusulkan untuk program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) sejak 17 Juni 2025. Namun harapan itu tertunda karena kuota anggaran Baznas Sumedang untuk tahun ini telah habis.

‎“Pihak Baznas hanya bisa memfasilitasi bantuan kebencanaan berupa 20 sak semen sebagai bantuan awal,” jelas Maman.

‎Bantuan ini dinilai masih sangat jauh dari kebutuhan untuk membangun kembali rumah yang telah rusak hampir total.

‎Warga bersama keluarga korban berharap ada respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Sumedang. Instansi terkait seperti: Dinas Perkimtan, DPMD, BPBD, serta pemerintah desa,
‎diminta segera meninjau dan melakukan asesmen kerusakan.
‎Mereka juga berharap Bupati Sumedang dapat memberikan perhatian khusus mengingat kondisi bangunan sudah tidak mungkin lagi ditempati.

‎ “Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Keluarga Pak Andriana butuh rumah layak huni. Kondisi sekarang sangat memprihatinkan,” tambah Maman.

‎Selain kerusakan rumah, longsoran kecil masih mengancam area sekitar. Ambruknya TPT membuat permukaan tanah menjadi tidak stabil, sehingga diperlukan penanganan segera untuk mencegah runtuhan susulan yang bisa mengancam rumah di sekitarnya.

‎Musibah ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan kondisi bangunan di wilayah rawan pergeseran tanah. Warga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan yang memadai agar keluarga Andriana dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.


‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.