29 Januari 2026

Kecamatan Tanjungsiang Siaga Penuh: Apel Pasukan Sukses Perkuat Komitmen Penanggulangan Bencana di Subang Selatan

0

Subang—Menyadari karakteristik topografi Subang Selatan yang didominasi kawasan berbukit dan berhutan, Pemerintah Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mitigasi bencana. Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam digelar secara akbar di halaman Kantor Kecamatan Tanjungsiang pada Kamis, 10 Desember 2025, sebagai upaya nyata menghadapi potensi risiko longsor dan banjir bandang, terutama di musim penghujan.

Baca Juga:Hari HAM Sedunia: SMKN 2 Magetan Bangun Generasi Berhati Luhur dan Menjunjung Martabat Kemanusiaan

Apel siaga bencana ini menjadi ajang konsolidasi seluruh elemen penting di wilayah tersebut. Kehadiran seluruh stakeholder menunjukkan sinergitas yang tinggi, meliputi Muspika Kecamatan, perwakilan Dinas/Instansi terkait, seluruh Pemdes se-Kecamatan Tanjungsiang beserta perangkatnya, perwakilan BUMD/BUMN, Organisasi Keagamaan, Kepemudaan, Sosial Politik, seluruh Lembaga Pendidikan Sekolah, hingga Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Komitmen Camat: Kesiapsiagaan Sebagai Garda Terdepan

Camat Tanjungsiang, Rano Syaeful Sudirman, S.StP., dalam arahannya, menegaskan bahwa pelaksanaan apel siaga bencana ini adalah bentuk nyata komitmen aparatur dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Kesiapsiagaan harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai aparatur dan garda terdepan pelayanan masyarakat,” tegas Camat Rano.

Beliau memaparkan lima poin penting yang menjadi fokus utama dalam menghadapi potensi bencana:

  1. Penguatan Koordinasi Lintas Sektor: Memastikan jalur komunikasi antara kecamatan, desa, TNI-Polri, BPBD, Damkar, dan relawan berjalan efektif, karena respons cepat dan terpadu adalah kunci keberhasilan.
  2. Pemetaan Wilayah Rawan Bencana Berkelanjutan: Mendesak Kepala Desa untuk rutin memperbarui data akurat mengenai titik rawan longsor dan banjir demi memudahkan pengambilan keputusan darurat.
  3. Penyiapan Personel dan Peralatan Memadai: Memastikan kesiapan penuh pada alat komunikasi, kendaraan operasional, perlengkapan evakuasi, logistik, dan kebutuhan pertolongan pertama.
  4. Sosialisasi dan Edukasi Budaya Sadar Bencana: Mendorong masyarakat, termasuk melalui lembaga pendidikan, agar memahami cara evakuasi, tanda-tanda bencana, dan membangun budaya sadar bencana sejak dini.
  5. Peningkatan Latihan dan Simulasi Berkala: Melaksanakan latihan rutin untuk memastikan seluruh personel tanggap, terampil, dan siap menghadapi situasi darurat, sekaligus memperbaiki sistem komando di lapangan.

Camat Rano menutup sambutannya dengan apresiasi tinggi. “Dedikasi dan pengabdian saudara-saudara adalah kekuatan utama yang menjaga keselamatan warga kita. Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan jiwa manusia. Mari kita bekerja dengan sepenuh hati, mengedepankan kemanusiaan,” pungkasnya.

Sinergitas Stakeholder sebagai Kunci

Semangat kolaborasi ini turut diamini oleh perwakilan stakeholder yang hadir. Acep Nurhidayat, Koordinator Tagana Kecamatan Tanjungsiang, menyampaikan harapannya.

“Dengan adanya apel siaga bencana ini, diharapkan ada sinergitas yang kuat dengan semua stakeholder dalam penanganan bencana di Kecamatan Tanjungsiang,” ujarnya.

Senada, Endang H. menegaskan bahwa gelar pasukan kesiapsiagaan ini bertujuan mulia. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan respons dalam menghadapi potensi bencana alam. Semoga dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tutupnya optimis.

Apel Kesiapsiagaan Bencana di Tanjungsiang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, solidaritas, dan membuktikan bahwa pemerintah kecamatan siap siaga dalam memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh warganya.

Apandiana/OKI Hardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.