29 Januari 2026

DPRD Sumedang Tegaskan Pengawasan Reboisasi: “Perlu Penanganan Serius di Lahan Kritis”‎

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Isu kerusakan lingkungan kembali menjadi sorotan serius di Kabupaten Sumedang. Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Jumat (12/12/2025), pemerintah daerah bersama DPRD Sumedang melakukan aksi nyata dengan menanam 30 ribu bibit pohon secara serentak di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, sebuah wilayah yang selama ini dikenal memiliki tingkat kerawanan ekologis cukup tinggi akibat pembangunan masif dan alih fungsi lahan.

‎Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri unsur pimpinan DPRD beserta Sekretaris DPRD Kabupaten Sumedang. Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, sejumlah kepala dinas, serta berbagai instansi pemerintah. Puluhan relawan, pelajar, dan warga sekitar turut membaur, menciptakan suasana kebersamaan yang jarang terlihat dalam program lingkungan berskala besar.

Lahan Kritis Jadi Ancaman, DPRD Tekankan Pengawasan

‎Dalam sambutannya, Dr. Ir. Asep Sumaryana, M.Si., Sekretaris Komisi II DPRD Sumedang yang hadir mewakili pimpinan DPRD, menegaskan bahwa persoalan lahan kritis terutama di kawasan Jatinangor tidak boleh lagi dianggap sepele. Menurutnya, pertumbuhan pembangunan fisik yang pesat dalam satu dekade terakhir telah memicu penurunan kualitas tutupan vegetasi dan kapasitas tanah dalam menyerap air.

‎ “Perlu adanya penanganan serius pada lahan-lahan kritis, terutama di wilayah Jatinangor. Reboisasi harus menjadi prioritas dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. DPRD akan terus melakukan pengawasan agar kebijakan lingkungan tidak berhenti hanya pada seremonial,” tegas Asep.

‎Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada kuat, menggambarkan kekhawatiran bahwa bila tidak ditangani sekarang, Jatinangor dapat menghadapi ancaman bencana ekologis di masa depan.

Apresiasi dan Peringatan untuk Generasi Mendatang

‎Di tempat yang sama, Herman Habibullah, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang, menyampaikan apresiasinya atas gerakan penanaman pohon yang jumlahnya mencapai 30 ribu batang itu. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam di tengah situasi krisis lingkungan.

‎ “Ini momentum penting. Adanya 30 ribu pohon yang ditanam menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap lingkungan dan generasi yang akan datang. Reboisasi bukan hanya hari ini, tetapi investasi untuk masa depan Sumedang,” kata Herman.

‎Menurutnya, kondisi ekosistem yang stabil akan sangat menentukan kualitas hidup masyarakat beberapa tahun ke depan, terutama dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi.

Ajak Publik Stop Pembalakan Liar dan Eksploitasi Lahan

‎Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Sumedang, M. Yusup Sahrulloh, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa aksi penanaman pohon harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat dan pelaku usaha terkait pemanfaatan lahan.

‎“Penanaman 30 ribu pohon ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak melakukan pembalakan liar, tidak melakukan eksploitasi lahan yang tidak sesuai peruntukan, serta menjaga konservasi agar terhindar dari bencana,” ujarnya.

‎Yusup menambahkan bahwa kerusakan hutan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya risiko banjir, longsor, serta berkurangnya ketersediaan air bersih.

Tantangan ke Depan: Menjaga yang Sudah Ditanam

‎Meski kegiatan penanaman pohon menjadi langkah awal yang baik, para pejabat daerah sepakat bahwa tantangan terbesar justru terletak pada pemeliharaan. Data Pemerintah Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan tanaman muda sering kali rendah apabila tidak dirawat secara berkala dalam dua hingga tiga tahun pertama.

‎Oleh karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak hanya menanam, tetapi juga mengawal proses perawatan, termasuk penyiraman, pengendalian hama, serta perlindungan dari ancaman vandalisme atau perambahan lahan.

Harapan Baru untuk Jatinangor

‎Dengan pembenahan ekologis yang terus digaungkan, Sumedang, khususnya wilayah Jatinangor yang menjadi pusat pendidikan dan kawasan berkembang, diharapkan mampu kembali menemukan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

‎Aksi penanaman 30 ribu pohon kali ini menjadi simbol awal dari gerakan besar penyelamatan alam Sumedang, sebuah langkah kecil namun menentukan bagi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Lilis/BK


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.