Zakat yang Menguatkan: Kisah Haifa dan Kepedulian BAZNAS Sumedang

Sumedang | Metronasionalnews.com – Senin, 19 Januari 2026 — Di sebuah rumah sederhana di Dusun Citungku, Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, harapan itu datang dengan langkah pelan namun penuh makna. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang menyalurkan bantuan sosial kepada Haifa Raaziqa Mumtazah (10), seorang anak yang tengah berjuang menjalani hidup dengan keterbatasan fisik dan membutuhkan pendampingan khusus.
Haifa merupakan putri dari pasangan Adih Sahirman (37) dan Santi Nurcahyati (31). Sejak usia dini, Haifa diduga mengidap penyakit cerebral palsy, sebuah kondisi yang menyebabkan keterlambatan dalam aktivitas keseharian serta memerlukan perhatian intensif, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Keterbatasan tersebut tak hanya menjadi ujian bagi Haifa, tetapi juga bagi kedua orang tuanya yang dengan penuh kesabaran merawat dan mendampinginya hari demi hari.
Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh BAZNAS Kabupaten Sumedang sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar Haifa yang memerlukan penanganan khusus.
Lebih dari sekadar bantuan materi, kehadiran BAZNAS membawa pesan kemanusiaan yang mendalam. Di tengah keterbatasan yang dihadapi keluarga Haifa, bantuan ini menjadi simbol bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Ada uluran tangan, ada doa, dan ada harapan yang tumbuh dari kepedulian bersama.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafas, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung kelompok rentan, khususnya anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Zakat tidak hanya soal angka dan laporan, tetapi tentang menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan. Kami ingin zakat menjadi pelipur lara, penguat langkah, dan penumbuh harapan,” ungkap perwakilan BAZNAS dalam kesempatan tersebut.
Bagi keluarga Haifa, bantuan ini bukan sekadar bentuk dukungan finansial, melainkan juga penguatan moral. Senyum kecil Haifa dan mata haru orang tuanya menjadi saksi bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan cahaya di tengah keterbatasan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sumedang berharap zakat dapat terus menjadi instrumen kepedulian sosial yang tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menumbuhkan solidaritas, empati, dan semangat hidup bagi masyarakat yang tengah menghadapi ujian kehidupan. Dari Nagarawangi, pesan itu bergema: kepedulian kecil dapat menjadi harapan besar bagi masa depan anak bangsa.
Wahyu BK
