Dari Apih hingga Ma Eboh, BPJS Gratis Jadi Nafas Harapan Warga Sumedang Komitmen Kemanusiaan Pemda Sumedang, Menjaga Kesehatan Warga Tanpa Biaya

Sumedang | Metronasionalnews.com – Bagi Apih (56), warga Kelurahan Situ, kesehatan bukan lagi mimpi yang mahal. Di usianya yang tak lagi muda, setiap kali tubuhnya melemah dan dokter memutuskan ia harus menjalani perawatan inap, tidak ada kecemasan soal biaya. Seluruh proses pengobatan dapat ia lalui tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Semua itu berkat kepesertaan BPJS Kesehatan yang ditanggung Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.
“Abdi ngahaturkeun nuhun ka Bupati Sumedang anu leres-leres paduli kana kaséhatan wargana,” tutur Apih lirih, dengan wajah lega. Ungkapan sederhana itu mencerminkan rasa syukur seorang warga yang merasakan langsung hadirnya negara dalam detik-detik paling rapuh hidupnya.
Kisah serupa juga datang dari Ma Eboh, warga Kecamatan Cimalaka. Perempuan lansia itu telah lama bergelut dengan penyakit jantung. Dua kali pemasangan ring dan kontrol rutin setiap bulan menjadi bagian dari kesehariannya. Namun, di balik beratnya ujian kesehatan, ada rasa tenang yang tak ternilai.
“Ema téh gaduh panyakit jantung, tos dua kali pasang ring sareng kontrol rutin unggal sasih. Alhamdulillah sadayana gratis, teu kedah ngaluarkeun artos pisan,” ujar Ma Eboh sambil menahan haru. Kalimat itu menjadi saksi bahwa program jaminan kesehatan bukan sekadar kebijakan, melainkan penopang harapan hidup bagi banyak keluarga.
Apa yang dirasakan Apih dan Ma Eboh merupakan potret nyata dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam memberikan layanan terbaik bagi warganya, khususnya di bidang kesehatan.
Bupati Sumedang menegaskan bahwa melindungi kesehatan masyarakat adalah kewajiban pemerintah, bukan pilihan. Oleh karena itu, Pemda Sumedang terus mendukung penuh program BPJS Kesehatan gratis melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari APBD, agar kepesertaan warga miskin tetap aktif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam audiensi antara Pemda Sumedang dan BPJS Kesehatan pada akhir Desember 2025, yang membahas penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2026. Dalam pertemuan itu, Pemda Sumedang memastikan alokasi anggaran tetap disiapkan demi menjamin akses layanan kesehatan masyarakat.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumedang menganggarkan pembiayaan BPJS Kesehatan bagi sekitar 150 ribu peserta PBI Daerah. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dengan target cakupan sebesar 98 persen pada tahun 2025–2026. Artinya, hampir seluruh warga Sumedang diharapkan terlindungi dalam sistem jaminan kesehatan nasional.
Meski dihadapkan pada tantangan fiskal, termasuk kabar berkurangnya dana transfer ke daerah (TKD), Pemda Sumedang menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Komitmen terhadap program JKN-KIS terus dijaga agar warga kurang mampu tidak terpinggirkan dari hak dasar atas pelayanan kesehatan.
Di balik angka-angka anggaran dan target persentase, ada denyut kehidupan warga yang terus berjuang melawan sakit. Ada Apih yang ingin tetap kuat demi keluarganya, ada Ma Eboh yang berharap bisa menikmati hari tua dengan tenang. Melalui kebijakan kesehatan yang berpihak pada rakyat, Pemerintah Kabupaten Sumedang menghadirkan lebih dari sekadar layanan, melainkan rasa aman, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Ketika negara hadir di ruang-ruang perawatan rumah sakit, di sana pula kepercayaan tumbuh. Dan dari Sumedang, cerita tentang kepedulian itu terus mengalir, menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang manusiawi mampu mengubah rasa takut menjadi harapan.
Wahyu BK
