10 Februari 2026

Saat DPRD Turun Mengawal Suara Musrenbang : Aspirasi dari Kecamatan, Dijaga Hingga Meja Kebijakan

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Ruang-ruang pertemuan di sejumlah kecamatan di Sumedang beberapa waktu terakhir terasa berbeda. Bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang di mana gagasan tentang masa depan daerah disusun dengan penuh kesadaran. Suasana forum tidak hanya memuat agenda, tetapi juga harapan yang dibawa dari desa-desa, dari warga yang menginginkan perubahan berjalan lebih nyata.

‎Pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan memasuki hari kedua dengan jangkauan wilayah yang luas. Ganeas, Tanjungkerta, Paseh, Darmaraja, dan Tanjungsari menjadi titik-titik pertemuan berbagai kepentingan yang dilebur dalam satu forum bersama. Di sana, kursi-kursi tidak hanya diisi oleh pejabat dan perwakilan lembaga, tetapi oleh tanggung jawab untuk memastikan setiap usulan tidak berhenti sebagai wacana

‎Kehadiran anggota DPRD Kabupaten Sumedang memberi warna tersendiri. Mereka hadir bukan hanya sebagai tamu forum, melainkan sebagai pihak yang memikul peran penting dalam menjaga agar hasil musrenbang benar-benar menemukan jalannya dalam proses perencanaan yang lebih tinggi. Bersama BPPERIDA, para camat, kepala desa, serta ketua forum musrenbang kecamatan, diskusi berjalan dalam suasana yang terbuka.

‎Pengantar dari para camat memotret wajah wilayah masing-masing dengan segala dinamikanya. Ada cerita tentang kebutuhan infrastruktur, tentang geliat ekonomi lokal yang menunggu dorongan, juga tentang potensi alam dan sumber daya manusia yang diyakini mampu menjadi kekuatan baru daerah. Dari penjelasan BPPERIDA, tergambar arah kebijakan pembangunan yang berusaha menyatukan kebutuhan lokal dengan perencanaan kabupaten secara menyeluruh.

Forum menjadi semakin hidup ketika sesi dialog dibuka. Usulan dan pandangan mengalir, mencerminkan keragaman persoalan dan peluang di setiap kecamatan. Di momen inilah peran anggota DPRD terasa nyata. Sejumlah legislator yang diberi kesempatan menjadi narasumber menekankan pentingnya membaca potensi daerah secara cermat. Pembangunan tidak semata dipahami sebagai proyek fisik, tetapi sebagai upaya menumbuhkan kemandirian masyarakat melalui pengelolaan potensi yang tepat.

‎Arahan yang disampaikan juga menyinggung pentingnya keselarasan antara aspirasi masyarakat dan arah kebijakan pembangunan kabupaten. Dengan begitu, program yang lahir tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari gerak bersama menuju peningkatan kesejahteraan. Nada yang muncul bukan janji berlebihan, melainkan penegasan bahwa setiap usulan yang telah disepakati akan dikawal sesuai mekanisme yang ada.

‎Menjelang penutupan, penandatanganan berita acara menjadi penanda bahwa proses musyawarah telah menghasilkan kesepahaman. Dokumen itu memuat rangkuman aspirasi yang lahir dari dialog panjang dan menjadi dasar untuk tahapan perencanaan berikutnya. Bagi para peserta, momen tersebut menjadi simbol bahwa suara dari tingkat kecamatan telah memiliki pijakan yang lebih kuat.

‎Musrenbang di lima kecamatan itu menyisakan kesan bahwa pembangunan daerah adalah proses yang bertumpu pada partisipasi. Di sana, DPRD mengambil posisi sebagai pengawal, memastikan bahwa gagasan yang tumbuh dari bawah tidak hilang di tengah proses birokrasi. Dari forum-forum itulah, arah pembangunan Sumedang perlahan disusun—berangkat dari kebutuhan nyata, dijaga dengan tanggung jawab bersama.

‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.