20 Februari 2026

Dandim Kodim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto: Resmikan Jembatan Gantung Garuda, Akses dan Asa Warga Kini Terbuka

0

Sumedang — Pagi itu, kabut tipis masih menggantung di atas aliran Sungai Cikandung. Airnya mengalir tenang, seolah ikut menyaksikan sebuah momen yang dinanti warga Dusun Pari, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian. Di atas bentangan baja dan papan yang kokoh, langkah-langkah pertama menandai babak baru kehidupan masyarakat setempat


Kamis (19/02/2026), Komandan Kodim 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, S.I.P., M.Han, meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap 2 Tahun 2026. Sebuah infrastruktur sederhana dalam wujudnya, namun besar dalam maknanya.
Jembatan Gantung Garuda kini berdiri membentang, menghubungkan Dusun Pasirhuni, Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua dengan Dusun Pari, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian. Dua wilayah yang sebelumnya dipisahkan oleh derasnya sungai dan keterbatasan akses, kini dipertemukan dalam satu lintasan yang kokoh.


Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar rangka baja dan kabel penyangga. Ia adalah penghubung aktivitas harian: anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang membawa hasil bumi, hingga warga yang hendak berobat atau berdagang ke desa tetangga. Dahulu, mereka harus memutar jauh atau menunggu air sungai surut. Kini, perjalanan menjadi lebih singkat dan aman.


Dalam sambutannya, Letkol Kusuma Ardianto menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan hasil karya bhakti bersama. TNI, warga, dan berbagai instansi terkait bahu-membahu mewujudkan infrastruktur yang sangat vital bagi masyarakat Desa Wanajaya. Tidak ada sekat seragam atau jabatan—yang ada hanyalah semangat gotong royong.


Di lokasi peresmian, wajah-wajah sumringah warga menjadi pemandangan paling jujur. Seorang ibu paruh baya mengaku tak lagi khawatir ketika anaknya harus menyeberang untuk sekolah. Seorang petani lainnya menyebut, biaya angkut hasil panen bisa ditekan karena akses kini lebih mudah.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap 2 Tahun 2026 menjadi simbol bahwa pembangunan tidak selalu harus megah untuk berarti. Di sudut timur Kabupaten Sumedang, di antara perbukitan dan aliran Sungai Cikandung, sebuah jembatan kecil telah menumbuhkan harapan besar.


Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini adalah cerita tentang kolaborasi. Tentang TNI yang hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam pengamanan, tetapi juga dalam pembangunan. Tentang warga yang tak lelah bergotong royong demi masa depan yang lebih baik.
Kini, setiap langkah yang melintas di atas Jembatan Gantung Garuda bukan hanya perjalanan fisik dari satu dusun ke dusun lain. Ia adalah simbol keterhubungan—antara desa dan desa, antara harapan dan kenyataan, antara kebersamaan dan kemajuan.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.