Babinsa HADE Hadir di Garis Depan, Longsor Cimanggung Ditangani Sigap

Sumedang | Metronasionalnews.com – Hujan deras yang turun tanpa jeda pada Jumat siang, 26 Desember 2025, menyisakan kecemasan di Dusun Pangkalan, Desa Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Deru air hujan yang mengguyur perbukitan perlahan berubah menjadi ancaman, ketika tanah di lereng setinggi sekitar enam meter tak lagi mampu menahan beban air. Longsor pun terjadi, menutup sebagian badan jalan yang menjadi nadi penghubung warga menuju Dusun Cilimus Jangkung.
Di tengah situasi yang rawan dan penuh kekhawatiran itu, kehadiran aparat teritorial menjadi penenang sekaligus solusi. Babinsa Desa Pasirnanjung Koramil 1014/Cimanggung, Koptu Asep Sobari, bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga. Tanpa menunggu lama, ia langsung menuju lokasi kejadian, memastikan kondisi lapangan, sekaligus berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Longsor dengan lebar sekitar lima meter itu sempat memutus akses jalan warga. Material tanah dan bebatuan menutup sebagian ruas jalan, membuat aktivitas masyarakat terhambat. Namun, semangat gotong royong segera menyala. Babinsa bersama Kepala Dusun 3, para Ketua RW, perangkat desa, dan warga setempat bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran.
Di bawah langit yang masih mendung, cangkul dan sekop bekerja berdampingan. Peluh warga bercampur tanah basah, namun tekad untuk membuka kembali akses jalan lebih kuat dari rasa lelah. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah mereka bukan sekadar membantu tenaga, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara di saat masyarakat menghadapi bencana.
Tak hanya fokus pada pembersihan, Koptu Asep Sobari juga aktif mengimbau warga agar tetap waspada. Ia mengingatkan bahwa kondisi tanah masih labil akibat curah hujan tinggi, sehingga potensi longsor susulan tetap ada. Koordinasi pun terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Seluruh warga di sekitar lokasi longsor dilaporkan dalam keadaan aman. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Komandan Koramil 1014/Cimanggung, Lettu Inf Obos Sambas, menegaskan bahwa gerak cepat Babinsa dalam menangani longsor di Desa Pasirnanjung merupakan implementasi nyata dari motto Kodim 0610/Sumedang HADE (Hareup – Deukeut), yang berarti selalu berada di depan dan dekat dengan masyarakat.
“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam situasi darurat seperti bencana alam. Kehadiran Babinsa bukan hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman serta menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana,” ujar Danramil.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam penanganan awal bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi. Apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana, segera laporkan kepada Babinsa atau aparat setempat agar dapat ditangani lebih cepat,” pungkasnya.
Peristiwa longsor di Dusun Pangkalan menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan yang tak bisa diremehkan. Namun, di balik ancaman itu, terselip kisah tentang kepedulian, kehadiran aparat, dan semangat kebersamaan warga. Babinsa HADE hadir bukan hanya sebagai prajurit, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri—dekat, sigap, dan selalu di depan saat warga membutuhkan.
Wahyu BK
