30 Januari 2026

Badan Dapur Nasional Perkuat Subang Menuju Lumbung Pangan Regional: Sinergi Multi-Pihak Dorong Ketahanan Pangan dan Program MBG untuk Indonesia Emas 2045 di Cijengkol

0

SUBANG, 15 Oktober 2025 – Badan Dapur Nasional (BDN) bersama Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia (AHTRMI) hari ini menyelenggarakan acara strategis bertajuk “Ketahanan Pangan Regional Kabupaten Subang Menuju Indonesia Emas” di Lapang Serang Sari, Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang. Kegiatan ini menandai komitmen serius pemerintah pusat dan daerah dalam membangun fondasi pangan yang kuat sebagai pilar utama mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:Kepala SPPG Harus Awasi Kerja di Dapur MBG

Acara dibuka dengan meriah oleh penampilan tarian tradisional Jaipong, melambangkan harmonisasi antara pembangunan nasional dan pelestarian budaya lokal.

Kehadiran Tokoh Kunci

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak strategis, menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang erat:

  • Perwakilan Pangdam
  • Perwakilan Gubernur Jawa Barat
  • Perwakilan Bupati Subang/Dinas ketahan pangan Subang
  • Camat Serangpanjang, Drs. Vino
  • Kepala Desa Cijengkol beserta jajaran aparatur desa
  • Para Kepala Desa se-Kecamatan Serangpanjang
  • Perwakilan dari Perhutani dan PTPN
  • Dinas tanaman pangan provinsi Jabar

Fokus Program Ketahanan Pangan Regional

Perwakilan BDN menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di Subang difokuskan pada tiga pilar utama:

  1. Optimalisasi Lahan Multi-Sektor: Melalui kerja sama dengan AHTRMI, Perhutani, dan PTPN, program ini mendorong pemanfaatan lahan secara inovatif, termasuk skema agroforestri di lahan kehutanan rakyat dan pemanfaatan lahan idle PTPN untuk penanaman komoditas pangan strategis (padi, jagung, umbi-umbian) yang terintegrasi. Hal ini bertujuan meningkatkan cadangan dan diversifikasi pangan di tingkat regional.
  2. Peningkatan Produksi Berbasis Teknologi: Petani lokal didorong untuk mengadopsi praktik pertanian presisi guna meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan dan efisien.
  3. Penguatan Tata Niaga dan Logistik: Program ini akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pascapanen, seperti gudang penyimpanan dan sentra distribusi desa, untuk memotong rantai pasok yang panjang, menekan biaya logistik, dan menjamin stabilisasi harga di pasar regional.

MBG: Investasi Gizi, Penggerak Ekonomi Desa

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan sosialisasi intensif mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program prioritas nasional untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

  • Tujuan Gizi dan Stunting: MBG ditujukan sebagai intervensi gizi bagi anak-anak sekolah dan masyarakat rentan untuk menekan angka stunting, memastikan setiap generasi penerus memiliki fondasi kesehatan dan kecerdasan optimal.
  • Model Ekonomi Gotong Royong: Program MBG akan mengadopsi model pemberdayaan ekonomi desa. Pelaksanaan penyediaan makanan akan dikoordinasikan melalui Unit Layanan Pangan atau Dapur Sehat Desa yang dikelola oleh BUMDes atau Koperasi. Ini memastikan bahwa dana program langsung disalurkan untuk membeli bahan baku dari petani, peternak, dan nelayan lokal, sehingga menciptakan sirkulasi ekonomi produktif di Subang.

Camat Serangpanjang, Drs. Vino, menyatakan, “Kecamatan Serangpanjang dan seluruh kepala desa siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan kedua program ini. Ketahanan pangan adalah pertahanan bangsa, dan MBG adalah investasi terbaik kita untuk masa depan.”

Sinergi yang terjalin hari ini di Subang diharapkan menjadi pilot project percontohan penguatan ketahanan pangan regional yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain, sebagai langkah pasti menuju Indonesia Emas 2045.

Dul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.