Bangun Budaya Transparansi Sejak Sekolah, Dikpora Magetan Gelar Bimtek Penguatan PPID 2026

Magetan – Upaya membangun tata kelola pendidikan yang transparan dan berintegritas terus diperkuat. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2026, Selasa (11/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinas Dikpora Dian Astuti Purwandani, Ketua K3S Supriadi, Ketua MKKS SMP Negeri Magetan Seno, Kabid Kominfo Bayu, serta seluruh kepala sekolah SMP negeri dan swasta, termasuk kepala sekolah dasar se-Kabupaten Magetan.
Baca Juga:Bupati Madiun Hari Wuryanto Serukan Persatuan dan Kewaspadaan terhadap Hoaks
Dalam sambutannya, Sekdin Dikpora Dian Astuti Purwandani menekankan bahwa keterbukaan informasi di lingkungan pendidikan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter kelembagaan.
“Sekolah adalah ruang belajar bagi peserta didik, namun juga menjadi contoh praktik tata kelola yang baik. Melalui bimtek ini, kita ingin menanamkan budaya transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan informasi yang edukatif kepada masyarakat,” ujarnya sebelum secara resmi membuka kegiatan.
Ia menambahkan, penguatan PPID di satuan pendidikan diharapkan mampu membentuk sistem informasi yang tertib, terdokumentasi dengan baik, serta mudah diakses sesuai ketentuan perundang-undangan. Hal ini penting untuk mendorong partisipasi publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Kabid Kominfo Magetan, Bayu, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian dari transformasi digital dan reformasi birokrasi di daerah. Menurutnya, sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan prinsip tersebut secara nyata.
“Dengan adanya bimtek ini, kami ingin memastikan bahwa pengelola informasi di sekolah memahami prosedur layanan informasi publik secara komprehensif. Keterbukaan informasi akan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang profesional, adaptif, dan dipercaya masyarakat. Ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan transparan,” jelas Bayu.
Sementara itu, Ketua K3S Supriadi menyebut kegiatan ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran sekaligus pengelola institusi publik.(SGTA)
“Bimtek ini memperkuat pemahaman kami bahwa kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab pada mutu akademik, tetapi juga pada tata kelola administrasi dan informasi. Ketika layanan informasi berjalan baik, maka kepercayaan masyarakat meningkat, dan itu berdampak positif pada iklim pendidikan,” ungkapnya.
Ketua MKKS SMP Negeri Magetan, Seno, turut menegaskan pentingnya keseragaman pemahaman antarjenjang pendidikan dalam implementasi PPID. Ia berharap hasil bimtek dapat diterapkan secara konsisten di masing-masing satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Dikpora Magetan berupaya membangun budaya keterbukaan informasi yang dimulai dari sekolah. Transparansi yang terkelola dengan baik diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya pendidikan yang berintegritas, partisipatif, dan berorientasi pada kemajuan generasi masa depan.(SGTA)
