24 Maret 2026

BAZNAS Sumedang dan Ikhtiar Menjadikan Zakat Sebagai Solusi Sosial

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com – 24 Maret 2026. Di balik angka-angka yang terus bertumbuh, ada denyut kepercayaan yang tak kasat mata namun terasa nyata. Setiap rupiah zakat fitrah dan infak yang ditunaikan masyarakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, melainkan titipan harapan yang perlahan dirajut menjadi kesejahteraan bersama.

‎Memasuki momentum Idulfitri, semangat berbagi itu kembali menemukan puncaknya. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang menargetkan penghimpunan zakat fitrah dan infak menembus angka lebih dari Rp34 miliar. Sebuah angka yang bukan hanya mencerminkan capaian, tetapi juga menggambarkan kepercayaan publik yang terus menguat dari tahun ke tahun

‎Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, memandang partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam menggerakkan peran zakat di tengah kehidupan sosial. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang telah mempercayakan zakatnya untuk dikelola secara terarah dan bertanggung jawab.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Kami tidak hanya menjaga, tetapi juga mempertanggungjawabkannya secara terbuka dan profesional,” ujarnya.

‎Di tangan lembaga yang mengelola, zakat tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Ia diproyeksikan menjadi kekuatan yang lebih panjang—mengubah dari sekadar penerimaan menjadi pemberdayaan. Dari mustahik yang menerima, perlahan diarahkan menjadi pribadi yang mandiri, bahkan suatu hari mampu menjadi muzakki.

Di sanalah makna zakat menemukan kedalamannya.

BAZNAS Sumedang tidak lagi hanya hadir dalam bentuk bantuan konsumtif. Program-program yang dijalankan telah menjangkau banyak sisi kehidupan: pendidikan bagi mereka yang hampir putus sekolah, layanan kesehatan bagi yang tak mampu berobat, perbaikan rumah yang nyaris roboh, hingga uluran tangan bagi korban bencana dan penyandang disabilitas

‎Setiap program adalah jembatan.

‎Setiap bantuan adalah langkah kecil menuju kehidupan yang lebih layak.

‎“Zakat harus menjadi solusi sosial yang berkelanjutan,” kata Ayi. Kalimat yang sederhana, namun menyimpan arah besar: menjadikan zakat sebagai sistem yang menggerakkan perubahan, bukan sekadar respons terhadap kebutuhan sesaat.

‎Di tengah tantangan ekonomi yang tak selalu ramah, optimisme itu tetap dijaga. Dengan dukungan masyarakat yang terus mengalir, BAZNAS Sumedang yakin target yang ditetapkan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sesuatu yang dapat dicapai bersama.

‎Namun lebih dari itu, ada harapan yang lebih luas—bahwa zakat tidak hanya mengurangi kesenjangan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Bahwa di setiap tangan yang memberi, ada tangan lain yang sedang dikuatkan untuk berdiri.

‎Dan di Sumedang, zakat terus mengalir.

‎Bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai cahaya yang menuntun banyak kehidupan menuju arah yang lebih baik.

Wahyu BK



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.