BPBD Sumedang Tembus Medan Berat, Evakuasi Longsor Demi Selamatkan 100 Hektar Sawah

Sumedang | Metronasionalnews.com – 11 April 2026. Upaya penanganan bencana longsor di Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, terus dilakukan secara intensif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang turun langsung ke lokasi untuk mengevakuasi material longsoran yang menutup saluran air Sanggiang Sri, jalur vital bagi pengairan lahan pertanian warga.
Meski harus menempuh medan berat dan akses yang cukup jauh dari permukiman, tim BPBD tetap bergerak cepat bersama warga setempat. Dengan peralatan sederhana hingga gergaji mesin (chainsaw), mereka bahu-membahu membersihkan pohon tumbang dan material longsor yang menghambat aliran air.
Berdasarkan kondisi di lapangan, longsoran memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang mencapai sekitar 200 meter dan lebar lebih dari 100 meter. Skala longsor tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan, yang hingga kini masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bersama perangkat lingkungan setempat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi warga. Saluran air yang tertutup longsor menjadi ancaman bagi keberlangsungan pertanian, terutama saat musim kemarau tiba. Sekitar 100 hektar lahan sawah terancam tidak mendapatkan pasokan air yang cukup, yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
“Kalau tidak segera ditangani secara permanen, dampaknya bisa sangat besar. Ini menyangkut kebutuhan air untuk sawah kami,” ungkap salah satu Ketua RW di Dusun Nangorak.
Warga pun menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah agar segera memberikan perhatian lebih melalui dinas teknis terkait. Mereka menilai, penanganan darurat yang dilakukan saat ini belum cukup untuk mengatasi longsoran dengan skala besar tersebut.
Meski demikian, apresiasi tetap disampaikan kepada BPBD yang dinilai konsisten hadir dan mendampingi masyarakat sejak awal kejadian. Hingga saat ini, BPBD menjadi satu-satunya instansi teknis yang aktif turun langsung ke lokasi.
Kegiatan gotong royong antara warga dan BPBD telah berlangsung sejak pekan lalu dan dijadwalkan akan terus berlanjut. Pada Minggu (12/4), proses evakuasi material longsor akan kembali dilanjutkan untuk membuka akses aliran air secara bertahap.
Di tengah keterbatasan alat dan kondisi medan yang menantang, semangat kebersamaan antara petugas dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi ini. Namun, dukungan lanjutan dari pemerintah daerah tetap sangat dinantikan guna memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Wahyu BK
