Bupati Dony Serahkan Insentif Guru Ngaji, Bentuk Penghargaan atas Pengabdian Pendidikan Akhlak

Sumedang| Metronasionalnews.com – 10 Maret 2026. Suasana religius terasa hangat di Aula Tampomas PPS ketika Pemerintah Kabupaten Sumedang memperingati momentum turunnya Al-Qur’an dalam kegiatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah. Di tengah rangkaian acara yang juga diisi dengan Silaturahmi Alim Ulama Tahun 2026, sebuah kabar baik disampaikan bagi para pengajar Al-Qur’an di pelosok desa.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila, secara simbolis menyerahkan insentif kepada para tenaga pendidik diniyah atau guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri di TPA, TPQ, dan DTA.
Sebanyak 4.500 guru ngaji di berbagai wilayah Kabupaten Sumedang menerima insentif dengan total nilai mencapai Rp9 miliar. Setiap penerima mendapatkan Rp2 juta untuk satu tahun, yang disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima.
Bagi sebagian orang, angka tersebut mungkin tidak besar. Namun bagi para guru ngaji yang selama ini mengajar dengan penuh keikhlasan di surau, masjid, hingga madrasah kecil di kampung-kampung, perhatian dari pemerintah daerah menjadi bentuk pengakuan atas pengabdian mereka.
Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan, pemberian insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para guru ngaji yang telah memainkan peran penting dalam membina generasi muda, terutama dalam membangun karakter dan akhlak masyarakat.
“Walaupun nilainya tidak sebanding dengan besarnya pengabdian para guru ngaji, namun inilah bentuk perhatian dan rasa hormat kami kepada para pendidik yang telah mendedikasikan waktunya untuk membina akhlak masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dony, pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Ia pun berharap ke depan nilai insentif bagi guru ngaji dapat terus meningkat, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan keagamaan di masyarakat.
“Di tengah kondisi efisiensi anggaran dan adanya pengurangan transfer dari pemerintah pusat ke daerah sekitar Rp4 miliar, komitmen kami terhadap para guru ngaji tidak boleh berkurang. Mudah-mudahan ke depan perhatian dan dukungan yang kami berikan dapat terus meningkat,” tuturnya.
Tak hanya guru ngaji, pada kesempatan yang sama Pemerintah Kabupaten Sumedang juga memberikan perhatian kepada para penjaga rumah ibadah.
Sebanyak 606 marbot masjid di Kabupaten Sumedang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sebagai bentuk dukungan atas peran mereka dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ibadah di masjid.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada para marbot yang selama ini dengan penuh keikhlasan menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kemakmuran masjid.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para marbot masjid yang dengan penuh keikhlasan menjaga kebersihan rumah ibadah, menghidupkan suasana masjid dengan lantunan puji-pujian, serta selalu datang paling awal untuk melayani jamaah,” katanya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang, para guru ngaji dan marbot masjid bukan sekadar pelengkap kehidupan keagamaan masyarakat. Mereka adalah penjaga nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan sosial.
Di tengah arus perubahan zaman, keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga ruh moral dan keimanan masyarakat.
Wahyu BK
