Camat dan Muspika Tanjungsiang Beri Arahan Khusus di SMAN 1, Serukan Pelajar Jauhi Tawuran

SUBANG – Dalam upaya mencegah maraknya aksi tawuran pelajar, Camat Tanjungsiang Rano Syaeful Sudirman, S.STP., didampingi oleh jajaran Polsek dan Koramil, menggelar kunjungan sosialisasi di SMAN 1 Tanjungsiang pada Senin (15/9/2025). Di hadapan para siswa, Camat memberikan arahan tegas terkait bahaya dan dampak negatif dari tindakan kekerasan.
Camat Rano menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena tawuran yang belakangan ini bahkan telah memakan korban di beberapa daerah. Ia mengingatkan bahwa pelajar seharusnya menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi, bukan terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri, orang lain, dan nama baik sekolah.
Baca Juga:Temuan BPK: Dinas PUPR Subang Rugikan Negara Rp1,2 Miliar, Kejaksaan Diminta Bantu Penagihan
Dalam arahannya, Camat Rano Syaeful Sudirman secara rinci memaparkan beberapa poin penting:
1. Menjauhi Kekerasan dan Tawuran
Tawuran bukanlah solusi, melainkan sumber masalah baru yang dapat menghancurkan masa depan. Ia menekankan bahwa satu kesalahan bisa menghilangkan kesempatan besar yang telah dibangun.
2. Mengelola Emosi dengan Baik
Para siswa diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh ejekan, media sosial, atau hal-hal sepele. Camat Rano mengajak mereka untuk belajar mengendalikan diri dan menyelesaikan setiap masalah dengan cara dialog serta musyawarah.
3. Memperkuat Rasa Persaudaraan
Menurutnya, sesama pelajar harusnya saling mendukung, bukan bermusuhan. Ia mendorong para siswa untuk menjadikan perbedaan sekolah atau asal daerah sebagai kekayaan, bukan alasan untuk menciptakan permusuhan.
4. Berfokus pada Belajar dan Prestasi
Waktu yang dimiliki para pelajar sangat berharga. Camat Rano berpesan agar mereka fokus menimba ilmu, berlatih keterampilan, dan meraih prestasi, karena orang tua, guru, dan bangsa ini menunggu kontribusi positif dari mereka.
5. Aktif dalam Kegiatan Positif
Untuk menyalurkan energi muda ke arah yang bermanfaat, para siswa disarankan untuk aktif dalam kegiatan seperti olahraga, seni, pramuka, organisasi OSIS, dan kegiatan sosial. Dengan begitu, mereka bisa menjadi lebih produktif dan terhindar dari hal-hal negatif.
Camat menegaskan bahwa tawuran tidak memiliki manfaat sama sekali, melainkan hanya menyisakan penyesalan, luka, bahkan bisa berujung pada proses hukum. “Mari kita jadikan sekolah ini sebagai tempat menumbuhkan ilmu, akhlak, dan prestasi. Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan bimbingan guru, kalian semua bisa menjadi generasi muda yang membanggakan,” pungkasnya.
Oki Hardiansyah
