29 Januari 2026

DD dan ADD Menyusut, Musdes Padas Ngawi Tekankan Prioritas dan Transparansi Anggaran

0

Ngawi, Senin (29/12/2025) – Pemerintah Desa Padas, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) di Pendopo Desa Padas sebagai langkah strategis menyikapi penurunan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran mendatang. Musdes tersebut dihadiri Camat Padas, Kepala Desa Padas Wakit Nofianto, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.

Baca Juga:Dugaan Maladministrasi RSUD Lembang:Ketua Umum GMP-LING akan Laporkan Proyek RP 4,9 M ke Kejati & Polda Jabar!


Dalam forum musyawarah itu, Camat Padas menegaskan bahwa penurunan DD sebesar 15 persen dan ADD sebesar 19 persen harus disikapi secara bijak dan dinamis oleh pemerintah desa.


“Terkait DD turun 15 persen dan ADD turun 19 persen, itu harus kita sambut secara dinamis. Dana yang ada harus dicukupkan dengan cara memprioritaskan mana yang paling penting di antara yang penting,” ujar Camat Padas dalam sambutannya.


Ia juga mengingatkan bahwa belanja pegawai telah ditetapkan oleh pemerintah maksimal sebesar 30 persen dari total anggaran, sehingga desa wajib menyesuaikan perencanaan agar tetap sesuai regulasi.
“Belanja pegawai itu sudah dipatok 30 persen oleh pemerintah. Kita harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Kabupaten lain seperti Lamongan bahkan belum bisa mencairkan, ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Desa Padas, Wakit Nofianto, secara terbuka mengungkapkan tantangan yang dihadapi desa, terutama dengan hadirnya program KDMP yang bersifat wajib dilaksanakan.
“Kami pusing dengan adanya KDMP. Anggarannya seolah terlihat banyak, tapi sebenarnya tidak ada uang. Karena ini wajib, mau tidak mau harus dilaksanakan. Saya berharap kerja sama semua pihak agar program ini bisa terlaksana dan terwujud dengan baik,” ungkap Wakit.


Dijelaskan bahwa Musdes kali ini dilaksanakan berdasarkan ADD tahun anggaran 2025, mengingat DD dan ADD tahun berikutnya belum cair dan belum ada penetapan pagu anggaran. Musyawarah dilakukan sebagai upaya mengejar pelaporan keuangan melalui aplikasi Siskeudes.
Pemerintah desa menegaskan bahwa hasil Musdes ini masih berupa gambaran awal perencanaan, yang nantinya akan disesuaikan dan disepakati kembali setelah pagu anggaran resmi ditetapkan.


Untuk tahun 2026, Desa Padas telah merancang tujuh program prioritas. Selain itu, sejumlah program lama tetap dilanjutkan, di antaranya bedah rumah sebanyak tiga unit, perawatan dan perbaikan jalan dusun, serta dukungan terhadap pelaksanaan program KDMP.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, rincian program dan data anggaran berdasarkan ADD 2025 dibagikan kepada seluruh peserta Musdes. Dalam dokumen tersebut juga tercantum program yang harus ditunda ke tahun berikutnya, termasuk alokasi dana publikasi media yang digabung dalam program informasi dan CCTV dengan nilai anggaran sebesar Rp10 juta.
Musdes ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Desa Padas dalam mengedepankan transparansi, partisipasi masyarakat, serta kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran di tengah keterbatasan fiskal desa.(SGTA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.