28 Januari 2026

Desa Gunasari Merayakan Milangkala ke-49 dengan Semangat Merah Putih

0

SUMEDANG | METRONASIONALNEWS.com – Sabtu (30/8/2025) menjadi hari yang berbeda bagi warga Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan. Desa yang berdiri di antara hijaunya perbukitan ini genap berusia 49 tahun. Usia yang, bila manusia, ibarat memasuki masa matang: cukup tua untuk penuh pengalaman, namun tetap menyimpan semangat muda untuk terus melangkah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Milangkala kali ini diwarnai dengan kegiatan sederhana, namun sarat makna. Warga tumpah ruah mengikuti gerak jalan sehat yang dimulai dari halaman kantor desa dan berakhir di Lapang Sepakbola Sangkan Waringin Sukamulya. Ketua BPD tampil membuka acara, menggantikan kepala desa yang tengah bertugas mendampingi Bupati Sumedang.

Tak hanya sekadar menandai Milangkala, gerak jalan ini juga dirangkai dalam nuansa perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Tak heran, warna merah putih mendominasi lautan peserta. Dari anak-anak hingga orang tua, semua kompak mengenakan atribut kebanggaan bangsa, seakan ingin menegaskan: “Kami adalah bagian dari Indonesia yang tak pernah padam semangatnya.”

Di sepanjang rute, semangat para peserta terlihat seperti riak-riak sungai Cihonje yang tak kenal lelah mengalir. Ada keceriaan anak kecil yang tertawa, ada wajah remaja yang penuh energi, hingga langkah mantap orang dewasa yang setia menempuh jalannya. Janji doorprize memang menjadi pemantik, tapi kebersamaan adalah hadiah sejati yang mereka bawa pulang.

Setibanya di Lapang Sukamulya, suasana sederhana itu berubah jadi pesta rakyat kecil. Alunan organ tunggal segera menyeret langkah-langkah letih menjadi tarian riang. Jalan sehat pun menjelma panggung kebahagiaan, di mana musik, tawa, dan peluh berpadu jadi satu.

Namun, Milangkala Gunasari bukan hanya tentang gemerlap duniawi. Malam nanti, suasana akan berganti khidmat. Di tempat yang sama, warga akan berkumpul untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama Habib Ali Alkaff. Jika siang adalah perayaan lahiriah, maka malam adalah santapan rohaniah; sebuah penyeimbang agar desa tidak hanya tumbuh dalam keceriaan, tapi juga dalam keberkahan.

Di usia ke-49 ini, Desa Gunasari seakan sedang menulis bab baru dalam buku panjang kehidupannya. Sebuah perjalanan yang terus berlanjut, dengan langkah sederhana, namun penuh harapan: agar desa kecil ini semakin kokoh, sejahtera, dan tetap menyimpan denyut kebersamaan di setiap detak warganya.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.