10 Februari 2026

Di Balik Pengawalan Mujahadah NU: Netralitas Polri Kembali Diuji?

0

Magetan – Keberangkatan sekitar 500 jamaah Nahdlatul Ulama (NU) asal Kabupaten Magetan menuju Mujahadah Kubro Peringatan 1 Abad Masehi NU 2026 di Kota Malang mendapat pengawalan langsung dari Polres Magetan. Bahkan, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa secara simbolis melepas rombongan dari depan Mapolsek Maospati, Minggu dini hari (8/2/2026).

Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk pelayanan dan pengamanan negara terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Namun di sisi lain, kehadiran langsung pimpinan kepolisian dalam pelepasan rombongan organisasi keagamaan juga memunculkan pertanyaan publik soal batas profesionalisme dan netralitas institusi Polri dalam ruang sosial-keagamaan.

Baca Juga:Polres Magetan Mulai Ops Keselamatan Semeru 2026, Edukasi hingga Tilang Elektronik Dikedepankan

Pengamanan dan pemberangkatan dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB dengan melibatkan sejumlah personel kepolisian untuk memastikan perjalanan rombongan berjalan aman, tertib, dan lancar. Rombongan dipimpin langsung Ketua PCNU Kabupaten Magetan, KH. Susanto Khoirul Fatwa, menggunakan armada bus dan kendaraan pendukung.

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa pengamanan tersebut murni sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Kami menyiapkan pengamanan dan pengawalan mulai dari keberangkatan, perjalanan menuju Kota Malang, hingga kepulangan kembali ke Magetan. Tujuannya untuk memastikan keselamatan dan kelancaran jamaah,” ujar AKBP Raden Erik.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan Mujahadah Kubro dengan khidmat dan kembali ke Magetan dalam keadaan selamat.

Namun, sejumlah kalangan menilai bahwa keterlibatan simbolik pimpinan kepolisian dalam kegiatan organisasi keagamaan tertentu perlu disikapi secara hati-hati, agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan atau kedekatan institusional dengan kelompok tertentu, meskipun NU merupakan organisasi keagamaan besar dan moderat.

Di sisi lain, Ketua PCNU Kabupaten Magetan KH. Susanto Khoirul Fatwa menegaskan bahwa pengawalan tersebut murni berkaitan dengan aspek keamanan, bukan bentuk perlakuan khusus.

“Kami memandang ini sebagai bentuk sinergi dalam menjaga ketertiban dan keselamatan jamaah. Tidak ada muatan lain selain pengamanan kegiatan keagamaan,” tegas KH. Susanto.

Ia juga mengapresiasi dukungan Polres Magetan yang dinilai membantu kelancaran perjalanan jamaah menuju lokasi kegiatan nasional tersebut.

Sebagai informasi, Mujahadah Kubro Peringatan 1 Abad Masehi NU 2026 digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Kegiatan ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah dan menjadi agenda keagamaan berskala besar yang membutuhkan pengamanan ketat.

Di tengah apresiasi atas pengamanan yang diberikan, peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga garis tegas antara pelayanan keamanan negara dan persepsi kedekatan institusional, agar kepercayaan publik terhadap netralitas Polri tetap terjaga di ruang publik yang majemuk.(SGTA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.