Guru Besar Paparkan Strategi Pangan Mandiri: Prof. Deden Dorong Budidaya Rumah Tangga Dukung Lumbung Pangan Regional dan Program MBG

SUBANG, 15 Oktober 2025 – Dalam rangkaian acara penguatan Ketahanan Pangan Regional Kabupaten Subang menuju Indonesia Emas di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, kehadiran akademisi ternama memberikan perspektif ilmiah dan praktis. Prof. Deden memaparkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mewujudkan lumbung pangan yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga:Presiden Prabowo Subianto Resmikan 26 Infrastruktur Kelistrikan se-Indonesia di Waduk Jatigede
Prof. Deden menyampaikan bahwa mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan korporasi besar, tetapi harus dimulai dari unit terkecil: rumah tangga.
Strategi Tanam Mandiri Mendukung Lumbung Pangan
Dalam paparannya, Prof. Deden secara khusus mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik individu maupun kelompok, untuk aktif dalam kegiatan bercocok tanam sederhana.
“Masyarakat harus bisa menanam komoditas pangan esensial seperti kangkung, cabai, jagung, dan lain-lain. Tidak perlu lahan luas, cukup manfaatkan media polybag maupun pot di pekarangan atau bahkan di ruang terbatas,” jelas Prof. Deden.
Aktivitas budidaya skala rumah tangga ini memiliki dua manfaat utama:
- Memperkuat Ketahanan Pangan Keluarga: Hasil panen tersebut dapat langsung dikonsumsi oleh keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan memastikan ketersediaan pangan segar yang bergizi.
- Mendukung Program MBG: Kelebihan hasil panen, terutama sayuran cepat panen seperti kangkung, dapat dipasok ke Unit Layanan Pangan atau Dapur Sehat Desa yang melaksanakan Program MBG. Dengan demikian, masyarakat menjadi bagian langsung dari rantai pasok program nasional.
Prof. Deden menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam gerakan menanam mandiri ini merupakan kontribusi nyata untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, sehingga Indonesia dapat benar-benar mandiri dan tidak bergantung pada impor.
Harapan Prof. Deden untuk Subang
Selain mewujudkan kemandirian pangan, Prof. Deden menyampaikan beberapa harapan penting lainnya terkait sinergi program di Subang:
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Beliau berharap gerakan menanam ini akan menjadi embrio bagi ekonomi sirkular desa. Tidak hanya memasok MBG, kegiatan ini diharapkan dapat memicu tumbuhnya unit usaha mikro baru berbasis hasil pertanian rumah tangga dan kelompok wanita tani (KWT).
- Peningkatan Kualitas Gizi: Melalui MBG dan produksi mandiri, Prof. Deden berharap Kabupaten Subang mampu menjadi wilayah percontohan yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan, sehingga Generasi Emas 2045 benar-benar terlahir sebagai generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing.
- Transformasi Mindset: Beliau berharap acara di Cijengkol ini dapat mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar konsumen menjadi produsen pangan, menanamkan kesadaran bahwa pangan adalah kedaulatan yang harus diperjuangkan.
“Semoga acara ini dapat menjadi titik awal bagi Subang untuk menjadi ‘Role Model’ Lumbung Pangan Regional yang didukung penuh oleh semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat,” pungkas Prof. Deden.
Dul
