21 Februari 2026

Jejak Kebaikan di Bulan Berkah: BAZNAS Ringankan Beban Warga Jatimulya

0

Sumedang | Metronasionalnews.com — Pagi di Dusun Pasirmalang, Desa Jatimulya, Kecamatan Sumedang Utara, Jumat 20 Februari 2026, terasa lebih hangat dari biasanya. Di antara rumah-rumah sederhana yang berdiri bersahaja, ada langkah-langkah kecil kepedulian yang mengetuk pintu, membawa bukan hanya bingkisan sembako, tetapi juga harapan


Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan wajah kemanusiaannya. Didampingi Kepala Dusun setempat, bantuan itu diantarkan langsung kepada warga yang tengah berjuang melawan sakit. Bingkisan sederhana tersebut diterima oleh Bapak Enang, warga RT 05/RW 04 Dusun Pasirmalang, yang mewakili keluarga dengan mata berkaca-kaca dan suara yang tertahan haru.


Di ruang tamu yang tak luas, rasa syukur mengalir pelan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah peduli kepada warga kami yang sedang sakit. Bantuan ini sangat berarti dan semoga menjadi keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” tutur Bapak Enang lirih namun tegas.


Bagi sebagian orang, sembako mungkin sekadar paket kebutuhan pokok. Namun di tengah ujian kesehatan dan keterbatasan, ia menjelma menjadi simbol perhatian. Menjadi tanda bahwa di luar sana, ada tangan-tangan yang tak lelah berbagi.


Momentum bulan yang penuh keberkahan kian menguatkan makna kehadiran tersebut. Bantuan yang diberikan tak hanya meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyuntikkan semangat baru bagi keluarga yang sedang diuji. Di saat tubuh melemah, dukungan moral menjadi penguat yang tak ternilai.


Kehadiran BAZNAS bersama perangkat dusun menunjukkan sinergi yang nyata antara lembaga dan aparatur wilayah. Sebuah kolaborasi yang lahir dari kesadaran bahwa persoalan kemanusiaan tak bisa dipikul sendirian. Ada empati yang bergerak, ada kepedulian yang disalurkan, dan ada harapan yang dititipkan dalam setiap bingkisan.


Di Pasirmalang, hari itu, bukan hanya sembako yang sampai ke rumah warga. Ada rasa dihargai, ada keyakinan bahwa kebersamaan masih hidup. Dan mungkin, di sanalah letak kekuatan sebuah kepedulian—ia tak selalu datang dengan gemuruh, tetapi cukup dengan ketulusan yang mengetuk pintu dan menyapa hati.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.