9 Februari 2026

Ketua BAZNAS Menghadiri peringatan Hari Pers Nasional : Semoga Insan Pers Bisa Lebih Memberikan Makna dan Manfaat Untuk Semua Lapisan  Masyarakat

0

‎Sumedang | Metronasinalnews.com – Senin, 9 Februari 2026.  Pagi itu, udara Sumedang terasa sedikit berbeda. Ada getar yang tidak kasatmata, seperti denyut nadi yang menyatukan banyak hati dalam satu irama. Di Gedung Negara, jejak langkah para insan pers, pemimpin daerah, aparat, dan tokoh masyarakat saling bersilangan, bukan sekadar untuk menghadiri seremoni, melainkan untuk meneguhkan makna tentang kata, tanggung jawab, dan masa depan.

‎Hari Pers Nasional di tingkat Kabupaten Sumedang tidak hanya menjadi ruang peringatan, tetapi juga ruang perenungan. Tema tentang pers yang sehat, ekonomi yang berdaulat, dan bangsa yang kuat terasa menggantung di udara, seperti doa yang diucapkan tanpa suara. Di sana, setiap tatap mata seakan memahami bahwa informasi bukan sekadar berita, melainkan amanah.

‎Di antara barisan undangan, hadir sosok Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas., SH. M.H,. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan isyarat bahwa kerja-kerja sosial dan kerja-kerja jurnalistik memiliki satu persinggungan yang sama: kepedulian terhadap manusia. Zakat, infak, sedekah, dan berita yang jujur—keduanya sama-sama berangkat dari nurani yang ingin melihat masyarakat berdiri lebih tegak.

‎Ruang itu dipenuhi simbol-simbol kebangsaan, namun yang lebih terasa justru kehangatan silaturahmi. Tangan-tangan saling menjabat, senyum mengembang tanpa jarak. Di sela acara, obrolan kecil mengalir tentang desa, tentang warga, tentang harapan-harapan yang sering kali hanya terdengar lirih di sudut kehidupan. Pers menjadi jembatan, sementara lembaga seperti BAZNAS menjadi tangan yang menjangkau.

‎Bagi H. Ayi Subhan Hafas, pers bukan hanya mitra penyampai kabar, tetapi mitra dalam merawat keseimbangan sosial. Informasi yang jernih akan menumbuhkan kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah lahir partisipasi. Ia memandang ruang komunikasi dengan insan pers sebagai ruang yang harus dijaga—ruang yang sehat, profesional, dan penuh tanggung jawab. Karena dari sanalah publik belajar memahami, bukan sekadar mengetahui.

‎Momentum peringatan itu pun seperti cermin. Pers bercermin pada integritasnya, pemerintah bercermin pada pengabdiannya, dan lembaga sosial bercermin pada ketulusan niatnya. Potong tumpeng yang dilakukan bukan hanya simbol syukur, tetapi pengingat bahwa setiap potongan rezeki, setiap potongan informasi, memiliki dampak bagi banyak kehidupan.

‎Hari itu berakhir, tetapi maknanya tidak ikut pulang bersama para tamu. Ia tinggal, mengendap, menjadi pengingat bahwa bangsa kuat lahir dari informasi yang benar, kepemimpinan yang peduli, dan masyarakat yang saling menguatkan. Di Sumedang, pagi itu, pers dan kepedulian sosial duduk berdampingan—seperti dua sisi dari satu cita-cita yang sama.

‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.