14 Februari 2026

Kolaborasi untuk Rumah Rakyat, Komitmen yang Ditegaskan Ketua DPRD

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Di tengah riuh percakapan dan cahaya lampu yang memantul di dinding Graha Asia Ballroom, Sumedang seperti sedang merajut harapan baru. Undangan yang digelar oleh Bank Rakyat Indonesia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pertemuan gagasan tentang rumah, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat.

‎Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, Sidik Ja’far, hadir dengan satu penegasan yang sederhana namun sarat makna: kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat harus benar-benar menjadi jalan terbuka bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah untuk memiliki rumah yang layak.

‎Rumah, bagi sebagian orang, mungkin hanya bangunan berdinding bata. Namun bagi banyak keluarga di Sumedang, ia adalah simbol ketenangan, ruang tumbuh anak-anak, dan titik awal membangun masa depan. Di situlah pentingnya aksesibilitas—agar mimpi tak berhenti pada angan.

‎Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suyatman. Kehadiran para pemangku kebijakan itu menjadi isyarat bahwa isu perumahan bukan persoalan pinggiran, melainkan prioritas pembangunan yang menyentuh hajat hidup orang banyak.



‎Di hadapan para pengusaha perumahan, pelaku UMKM, dan nasabah, Sidik Ja’far menekankan bahwa kolaborasi pembiayaan ini tak hanya berbicara tentang kredit rumah, tetapi juga tentang ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Ketika akses pembiayaan diperluas dengan skema bunga yang lebih terjangkau, masyarakat tak sekadar memperoleh kunci rumah, tetapi juga kesempatan memperbaiki taraf hidup.

‎Program pemberdayaan yang menyertai pembiayaan perumahan membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Modal usaha yang lebih mudah diakses memberi napas bagi UMKM—dari warung kecil di sudut kampung hingga usaha rumahan yang menopang ekonomi keluarga. Produktivitas meningkat, daya beli tumbuh, dan roda ekonomi bergerak lebih stabil.

‎Dalam pandangan Ketua DPRD, sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan pelaku usaha harus terus dijaga. Ia melihat kolaborasi ini sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat. Bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan kebijakan yang menyentuh dapur-dapur rumah tangga.

‎Suasana pertemuan terasa lebih dari sekadar forum resmi. Ada optimisme yang mengalir di antara percakapan—tentang pasangan muda yang tengah menabung untuk rumah pertama, tentang pedagang kecil yang ingin memperluas usahanya, tentang keluarga yang berharap hidup lebih layak.
‎Sumedang, dengan segala dinamika pertumbuhannya, membutuhkan skema pembiayaan yang inklusif. Rumah yang terjangkau dan dukungan ekonomi rakyat adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Ketika keduanya berjalan seiring, kesejahteraan bukan lagi wacana, melainkan kemungkinan yang semakin nyata.

‎Di akhir acara, yang tersisa bukan hanya foto bersama atau tepuk tangan. Yang lebih penting adalah komitmen untuk menjaga kolaborasi tetap hidup. Sebab di balik setiap kebijakan pembiayaan, ada wajah-wajah masyarakat yang menanti kepastian—bahwa rumah impian dan usaha yang berkembang bukan sekadar janji, melainkan tujuan yang bisa dicapai bersama.


‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.