15 Maret 2026

Larung Tumpeng Penuh Makna, Labuhan Sarangan 2026 Teguhkan Magetan sebagai Pusat Wisata Budaya Nasional

0

Magetan – Tradisi sakral Labuhan Sarangan kembali digelar dalam rangkaian Sarangan Festival 2026, menghadirkan harmoni antara budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Prosesi Larung Tumpeng di Telaga Sarangan berlangsung khidmat sekaligus meriah, menyedot perhatian ribuan pengunjung yang memadati kawasan wisata andalan Kabupaten Magetan tersebut.

Antusiasme masyarakat dan wisatawan tampak sejak pagi. Prosesi adat ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Magetan, Ketua DPRD Magetan Suratno didampingi Ketua Komisi B DPRD Magetan Rita Haryati, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menandai kuatnya dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.

Baca Juga:Gerak Cepat Polisi Bongkar Pembobolan Toko Emas di Magetan, Lima Pelaku Dibekuk Kurang dari 24 Jam

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, dalam sambutannya menegaskan bahwa Labuhan Sarangan bukan sekadar ritual tahunan atau agenda seremonial belaka. Lebih dari itu, tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur yang relevan dengan kehidupan modern.

“Melalui Labuhan Sarangan, kita diajarkan nilai spiritual, gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dan sesama manusia. Nilai-nilai ini harus terus dijaga dan diwariskan, agar tradisi tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan hidup,” ujar Bupati, Jumat pagi (16/02/2025).

Menurutnya, Labuhan Sarangan memiliki posisi strategis sebagai penguat identitas budaya sekaligus motor penggerak pariwisata daerah. Sarangan, kata dia, kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Magetan, tetapi juga telah dikenal luas di tingkat regional hingga nasional sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Momentum bersejarah turut disampaikan dalam kesempatan tersebut. Bupati yang akrab disapa Bunda Nanik mengumumkan bahwa Tradisi Labuhan Sarangan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Kami sampaikan kabar gembira, Labuhan Sarangan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan RI,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Penetapan tersebut semakin menguatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Melalui event budaya ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang bagi seniman lokal, sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap budaya daerah.

Namun demikian, Bupati mengingatkan bahwa kemajuan pariwisata harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan dan etika pelayanan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk menyambut wisatawan dengan sikap ramah, jujur, dan bertanggung jawab.
“Terapkan prinsip Sapta Pesona dalam setiap pelayanan aman dalam sikap dan usaha, tertib dalam aturan dan harga agar Sarangan tetap nyaman, berkesan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan perpaduan tradisi, alam, dan komitmen bersama, Labuhan Sarangan 2026 kembali menegaskan Magetan sebagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya makna dan nilai kehidupan.
(SGTA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.