29 Januari 2026

Longsor di Margalaksana Timbun Irigasi, Warga Desak Evaluasi Proyek Tower

0

Sumedang | Metronasionalnews.com — Kekhawatiran warga Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, akhirnya menjadi kenyataan. Tebing di area pembangunan menara telekomunikasi (tower) yang berdiri di bibir jurang kembali mengalami longsor, menimbun saluran irigasi utama serta sebagian lahan pertanian milik warga.

‎Insiden ini sontak memicu keresahan lebih luas, mengingat sejak awal warga telah mengingatkan potensi longsor akibat aktivitas pembangunan struktur berat di area yang dikenal labil tersebut.

‎Proyek pembangunan tower yang berada tepat di atas tebing curam ini sejak awal menuai penolakan dan kekhawatiran warga. Sejumlah tokoh masyarakat menilai lokasi pembangunan tidak ideal dan berpotensi menimbulkan bencana.

‎Menurut penuturan salah satu tokoh masyarakat, Jack, gejala longsor sebenarnya sudah mulai terlihat sejak beberapa waktu lalu. Retakan kecil dan guguran tanah pernah terjadi dan telah menimbun sebagian saluran irigasi yang menjadi sumber air bagi puluhan hektare sawah milik petani di wilayah bawah tebing.

‎ “Sudah ada longsoran yang menimpa saluran air kami. Kalau tidak segera ditangani, saat musim hujan sawah kami bisa kekeringan atau malah banjir lumpur. Kami sangat khawatir tebing ini ambruk total karena bebannya bertambah,” kata Jack saat ditemui di lokasi, Kamis (04/12/2025).

‎Saluran irigasi yang terdampak sudah lama menjadi penopang utama aktivitas pertanian di Margalaksana. Tertimbunnya jalur ini dikhawatirkan dapat memutus aliran air ke puluhan hektar sawah, mengancam ketahanan pangan lokal dan mata pencaharian petani.

‎Warga menilai pembangunan tower seharusnya memperhatikan aspek geologi dan risiko bencana, terlebih tebing tersebut telah lama diidentifikasi rawan longsor.

‎Menyikapi kejadian ini, warga Desa Margalaksana meminta pemerintah desa dan instansi terkait segera turun tangan. Mereka menginginkan:

‎1. Evaluasi ulang perizinan pembangunan tower, termasuk kajian AMDAL dan kajian risiko bencana.

2. Perbaikan segera saluran irigasi yang rusak dan tertimbun.

‎3. Mitigasi struktural untuk mencegah longsor susulan yang lebih besar.

‎ “Kami minta pihak desa segera menindaklanjuti keresahan kami ini. Jangan korbankan keselamatan dan mata pencaharian kami demi sebuah proyek. Harus ada tanggung jawab nyata,” tegas Jack mewakili warga.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Margalaksana maupun perwakilan pengembang tower belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun langkah penanganan pascalongsor.

‎Warga berharap pemerintah segera menggelar pertemuan terbuka guna mencari solusi bersama sebelum longsor yang lebih besar terjadi.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.