Longsor Terjang Dusun Ciloa Sumedang, Satu Rumah Rusak Berat

Sumedang | Metronasionalnews.com – Malam di Dusun Ciloa RT 02 RW 03, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, berubah mencekam ketika hujan yang turun sejak sore tak kunjung reda. Derasnya air yang mengguyur selama berjam-jam perlahan melemahkan struktur tanah, hingga akhirnya pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, Tembok Penahan Tanah (TPT) di atas salah satu rumah warga tak lagi mampu bertahan.
Longsoran tanah datang tanpa aba-aba. TPT yang berada di atas rumah milik Yusuf Ramel (48) amblas, menyeret material tanah dan menghantam bagian bangunan di bawahnya. Dalam hitungan detik, satu rumah mengalami kerusakan berat, sementara delapan rumah lain di sekitarnya terdampak dengan tingkat kerusakan lebih ringan. Dua sepeda motor milik warga juga sempat tertimbun material longsoran.
Di tengah kerusakan yang terjadi, kabar baiknya tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Namun, satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat guna menghindari potensi longsor susulan yang masih mengintai
Peristiwa ini dipicu hujan deras dengan durasi sekitar lima jam. Kondisi tanah yang telah jenuh air, ditambah sistem drainase yang kurang optimal, mempercepat runtuhnya struktur penahan tanah. Kombinasi faktor alam dan kondisi infrastruktur tersebut kembali menjadi pengingat bahwa wilayah dengan kontur perbukitan sangat rentan terhadap bencana saat cuaca ekstrem melanda.
Tak lama setelah kejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan asesmen awal guna memetakan dampak kerusakan serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang dipicu intensitas hujan tinggi. Ia mengapresiasi kesigapan aparat desa dan kecamatan yang cepat merespons situasi di lapangan.
“Alhamdulillah, berkat kesigapan kepala desa, perangkat desa, kecamatan, hingga RT dan RW, penanganan awal bisa dilakukan dengan baik. Dua kendaraan yang sempat tertimbun juga berhasil dievakuasi. Yang paling penting, seluruh warga dalam keadaan aman dan selamat,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya penanganan lanjutan akan dikoordinasikan dengan dinas terkait, khususnya untuk perbaikan tebing dan penguatan struktur penahan tanah agar kejadian serupa tidak terulang

BPBD juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Sumedang dalam beberapa hari ke depan.
“Warga yang tinggal di daerah tebing atau lereng diminta lebih waspada. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Sukajaya, Sukana, S.M., M.M., menyampaikan terima kasih atas respons cepat BPBD yang turun langsung ke lokasi kejadian. Ia juga mengingatkan warganya untuk lebih siaga menghadapi cuaca ekstrem yang tengah berlangsung
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Dusun Ciloa, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Dalam situasi seperti ini, yang utama adalah menyelamatkan diri dan keluarga. Jangan sampai ada korban jiwa,” ungkapnya.
Peristiwa longsor di Dusun Ciloa menjadi cermin nyata bahwa kewaspadaan dan kesiapan menghadapi bencana harus terus ditingkatkan, terutama di wilayah rawan. Di tengah alam yang tak bisa diprediksi, kesiapsiagaan menjadi benteng utama bagi keselamatan warga.
Wahyu BK
