Penyuluhan Cegah Stunting di Gunasari: Pola Asuh dan Pola Makan Jadi Kunci Emas Generasi Sehat

Sumedang |Metronasionalnews.com – Gedung Olaraga (GOR) Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Rabu (17/9/2025), menjadi ruang temu gagasan untuk masa depan anak bangsa. Pemerintah desa bersama unsur kecamatan dan tenaga kesehatan menggelar Penyuluhan Cegah Stunting dengan fokus pada perbaikan pola asuh dan pola makan.
Hadir sebagai narasumber, Nutritionis Ahli Muda Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Sumedang, Sylvie Tatang Noerdiana, A.MG., SP. Ia menekankan, pencegahan stunting bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga tentang kasih sayang dan stimulasi sejak dini.
“Pola asuh penuh cinta, higienis, serta pola makan seimbang dari sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun adalah kunci emas mencegah stunting,” tegas Sylvie.
Acara turut dihadiri Camat Sumedang Selatan, Idi Suhandi, S.Sos., M.Si., Kepala Desa Gunasari, Ketua BPD, kader PKK, serta Kepala Puskesmas Sukagalih, Ida Warlinda, Kep,. Ners,.
Dalam sambutannya, Idi Suhandi menegaskan, pencegahan stunting adalah bagian dari pembangunan manusia yang tak kalah penting dari pembangunan infrastruktur.

“Generasi sehat adalah investasi jangka panjang, pondasi kokoh untuk kemajuan desa dan bangsa,” ungkapnya.
Menariknya, kegiatan ini juga menjadi momen emosional bagi Idi Suhandi yang baru tiga pekan menjabat Camat Sumedang Selatan. Dengan nada hangat, ia menyebut jabatan ini ibarat pulang ke kampung halaman. Pasalnya, ia merupakan putra asli Desa Sukagalih.
“Bagi saya, pengabdian di sini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa. Saya merasa pulang ke tanah kelahiran,” tuturnya.
Langkah Desa Gunasari ini sejalan dengan regulasi nasional, yakni Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022. Regulasi tersebut menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting menjadi prioritas pembangunan, dengan target prevalensi turun hingga 14% pada tahun 2024.
Dengan adanya penyuluhan ini, masyarakat diharapkan kian sadar bahwa membangun generasi sehat tak hanya membutuhkan dapur penuh gizi, tetapi juga pelukan kasih yang menumbuhkan jiwa. Dari rahim desa, harapan itu bertunas, menguatkan janji Indonesia untuk melahirkan generasi emas bebas stunting.
Wahyu BK
