Realisasi Visi ‘Ngabret’ Bupati, Jalan Cibuluh-Gandasoli Subang Dihotmix dengan Anggaran Rp 762 Juta

SUBANG – Program peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Subang terus diakselerasi sebagai bagian dari visi prioritas kepala daerah. Terbaru, ruas jalan kabupaten Cibuluh-Gandasoli, yang berlokasi di Desa Gandasoli, Kecamatan Tanjungsiang, telah direalisasikan dengan pengerjaan hotmix menggunakan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang sebesar Rp 762.982.700,00.
Pekerjaan jalan hotmix ini berlokasi spesifik di wilayah Kampung Cisundeuy, Salagedang, RT 11/RW 04. Proyek ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Subang yang mengusung kebijakan infrastruktur “Ngabret.”
Baca Juga:Potret Buram Bansos di Kasomalang: Dana Rakyat Diduga Disunat, Aparat Diminta Turun Tangan
Kepala Desa Gandasoli, Ares Saip Suanda, menyatakan bahwa kebijakan peningkatan jalan ini bersifat vertikal, selaras dengan visi Bupati dan Wakil Bupati. Secara horizontal, pembangunan ini juga mendukung keinginan masyarakat Desa Gandasoli untuk memiliki akses jalan yang mulus (leucir). Mengingat Desa Gandasoli memiliki ruas poros jalan desa terpanjang, Pemdes akan fokus melanjutkan peningkatan jalan desa pada tahun 2025 dan 2026.

Saat memantau pelaksanaan peningkatan ruas jalan kabupaten bersama warga Kampung Salagedang (RW 05) pada Minggu (28/9), Kades menyampaikan apresiasi tinggi.
“Saya dan warga masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Subang, di bawah kepemimpinan Kang Reynaldy dan Kang Agus Maskur, yang telah merealisasikan anggaran APBD tahun 2025 ini,” ujar Kades Ares.
Ia berharap, proyek yang merupakan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten ini dapat secara signifikan menaikkan harga jual hasil komoditas yang ada di Desa Gandasoli, sehingga berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan daya beli masyarakat.
Proyek ini membuktikan sinergi antara aspirasi masyarakat di tingkat desa dan komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai kunci pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
OKI Hardiansyah/APANDIANA
