5 Maret 2026

Rehabilitasi Alun-Alun Sumedang Jadi Perbincangan, DLHK Sebut Demi Keselamatan Warga

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Suasana pagi di Alun-Alun Sumedang yang biasanya menjadi ruang berkumpul warga kini sedikit berbeda. Beberapa bagian lantai batu di kawasan tersebut tampak dibongkar, menyisakan area pekerjaan yang tengah berlangsung. Aktivitas itu sudah terlihat sejak sekitar sepekan terakhir, namun justru memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

‎Di ruang publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga Sumedang itu, proses rehabilitasi berjalan tanpa banyak informasi terbuka di lapangan. Tidak tampak papan proyek yang biasanya memuat keterangan mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, maupun pihak pelaksana.

‎Kondisi tersebut membuat sebagian warga mulai bertanya-tanya. Di media sosial hingga percakapan sehari-hari, muncul spekulasi tentang proyek yang dianggap berjalan tanpa penjelasan memadai. Sebagian bahkan menyebutnya sebagai “proyek siluman” karena minimnya informasi yang dapat diakses publik.

‎Padahal, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka biasa. Ia adalah ruang perjumpaan masyarakat, tempat keluarga berjalan santai, anak-anak bermain, hingga warga berkumpul dalam berbagai kegiatan sosial. Apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri, kawasan ini hampir selalu dipadati pengunjung.

‎Ketika dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang, Drs. Maman Wasman, memberikan penjelasan singkat melalui pesan WhatsApp pada Kamis (5/3/2026).


‎Menurutnya, pembongkaran lantai batu dilakukan semata-mata untuk alasan keselamatan warga.

‎“Lantai batu dibongkar semata-mata untuk keamanan dan keselamatan warga, apalagi menjelang Lebaran biasanya banyak warga yang berkunjung ke alun-alun,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan bahwa sebelumnya permukaan lantai batu di beberapa bagian alun-alun memiliki tekstur yang kasar dan tajam. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengunjung, bahkan disebutkan sudah ada warga yang mengalami luka akibat permukaan lantai tersebut.

‎“Permukaan lantai batu sebelumnya kasar dan tajam sehingga berpotensi membahayakan, bahkan sudah ada warga yang terluka,” tambahnya.
Penjelasan itu sedikit banyak memberi gambaran mengenai alasan teknis pekerjaan yang tengah dilakukan. Namun hingga kini, sejumlah pertanyaan lain masih menggantung.

‎Beberapa di antaranya berkaitan dengan sumber anggaran proyek, nilai pekerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab sebagai pelaksana kegiatan. Pertanyaan tersebut muncul karena hingga saat ini belum terlihat papan proyek atau informasi resmi di lokasi yang biasanya menjadi bagian dari transparansi pekerjaan publik.

‎Di tengah dinamika pembangunan daerah, transparansi proyek memang menjadi hal yang semakin diperhatikan masyarakat. Informasi yang terbuka bukan hanya membantu publik memahami tujuan pekerjaan, tetapi juga menjadi bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran.

‎Terlebih lagi ketika pekerjaan dilakukan di ruang publik yang memiliki nilai simbolik bagi masyarakat, seperti alun-alun kota.

‎Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai sumber anggaran maupun detail teknis proyek rehabilitasi tersebut.
‎Sementara itu, aktivitas pembongkaran lantai di area alun-alun masih terus berlangsung. Warga yang melintas sesekali berhenti sejenak, memperhatikan para pekerja yang sibuk memperbaiki bagian permukaan batu.

‎Di tengah debu pekerjaan dan suara alat yang beradu dengan batu, satu hal yang masih ditunggu publik adalah penjelasan yang lebih terang.

‎Sebab bagi warga Sumedang, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka di tengah kota. Ia adalah halaman bersama—tempat masyarakat bertemu, bercengkerama, dan merayakan kehidupan kota mereka.



‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.