21 Februari 2026

Saat Kepedulian Mengetuk Pintu: BAZNAS Hadir untuk Sela Nopiyanti‎

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Pagi itu, Jumat 20 Februari 2026, udara di Desa Jatimulya, Kecamatan Sumedang Utara, terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan semata karena mentari yang mulai tinggi, melainkan karena sebuah kunjungan sederhana yang membawa makna mendalam bagi satu keluarga.

‎Di sebuah rumah yang bersahaja, Sela Nopiyanti menerima bantuan sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Bantuan itu diserahkan melalui ayahnya, Toha, yang setia mendampingi putrinya—Deka Nopiyanti (10), anak berkebutuhan khusus yang tidak dapat berbicara dan belum mampu berjalan.

‎Bagi sebagian orang, sembako mungkin hanya deretan kebutuhan pokok: beras, minyak, gula, dan bahan pangan lainnya. Namun bagi keluarga kecil ini, bantuan tersebut adalah nafas tambahan, penguat langkah, sekaligus pengingat bahwa mereka tidak sendiri.

‎Toha menerima bantuan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Suaranya bergetar, namun penuh syukur.
‎“Terima kasih yang tak terhingga atas bantuan yang diterima untuk anak kami dari pihak BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya pelan.

‎Kalimat itu sederhana, tetapi sarat makna. Di baliknya tersimpan perjuangan panjang orang tua yang setiap hari mendampingi buah hatinya dengan sabar—mengangkat, menyuapi, merawat, dan menjaga dengan cinta tanpa jeda.

‎Kehadiran tim BAZNAS siang itu tidak datang sendiri. Aparat Desa Jatimulya turut mendampingi proses penyaluran bantuan. Kebersamaan tersebut menjadi simbol sinergi antara lembaga dan pemerintah desa dalam merawat warganya yang membutuhkan perhatian lebih.

‎Bagi pemerintah desa, bantuan ini bukan sekadar program sosial. Ia adalah wujud nyata empati yang menyentuh langsung kehidupan warga. Perwakilan desa menyampaikan apresiasinya atas kepedulian BAZNAS yang dinilai konsisten hadir untuk masyarakat.
‎“Kami sangat mengapresiasi kepedulian BAZNAS kepada warga kami. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari dan tentunya meringankan beban keluarga penerima,” ujarnya.

‎Di tengah berbagai dinamika kehidupan, kisah Sela mengingatkan bahwa masih banyak keluarga yang berjuang dalam diam. Anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian yang tidak hanya medis, tetapi juga sosial dan emosional. Orang tua mereka memerlukan dukungan moral serta bantuan nyata agar tetap kuat menjalani hari.

‎Bantuan sembako memang tidak serta-merta mengubah keadaan secara drastis. Namun ia menjadi tanda bahwa solidaritas masih tumbuh subur di tengah masyarakat. Bahwa zakat dan kepedulian yang dikelola dengan amanah mampu menjelma menjadi harapan di rumah-rumah sederhana.

‎Di sudut ruang itu, Sela terbaring tenang dalam pelukan ibunya. Meski tak mampu mengucap kata, kehadirannya adalah pusat semesta bagi keluarganya. Dan siang itu, semesta kecil itu terasa sedikit lebih ringan.

‎Harapannya sederhana: semoga bantuan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Karena sejatinya, kepedulian bukan tentang seberapa besar yang diberikan, melainkan seberapa tulus ia dihadirkan.
‎Di Desa Jatimulya, sebuah paket sembako telah menjelma menjadi sesuatu yang jauh lebih besar—penguat hati, penegas empati, dan pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya.



‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.