8 Maret 2026

Saluran Air Primer Cimedang Rusak Parah, Petani Desa Sukamelang Menjerit Minta Perhatian Pemda Subang

0

Subang – Kondisi saluran air primer Cimedang di Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kini memprihatinkan. Kerusakan infrastruktur irigasi tersebut membuat para petani padi menjerit karena pasokan air ke area persawahan tidak lagi berjalan optimal.
Saluran air primer yang bersumber dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimedang dan DAS Cigayongyong tersebut selama ini menjadi sumber utama pengairan bagi lahan pertanian di wilayah Desa Sukamelang dan Desa Tenjolaya.

Saluran ini diketahui mampu mengairi sekitar 22 hektare lahan sawah milik para petani di Desa Sukamelang.
Namun, kondisi saluran irigasi saat ini mengalami kerusakan cukup parah dan sudah berlangsung hampir tiga tahun terakhir. Akibatnya, aliran air yang seharusnya mengaliri sejumlah blok persawahan menjadi terhambat.


Ketua Gapoktan Desa Sukamelang, Sony Victoria, yang baru menjabat sebagai ketua, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama para petani telah berulang kali berupaya melakukan perbaikan secara swadaya.
Sony, warga Kampung Cijere Girang RT 02 RW 01 tersebut menjelaskan, para petani kerap melakukan kerja bakti memperbaiki saluran irigasi dengan alat dan bahan seadanya agar sawah mereka tetap dapat dialiri air.


“Kami bersama para petani sudah beberapa kali melakukan kerja bakti memperbaiki saluran air primer dengan peralatan sederhana. Yang penting sawah di beberapa blok masih bisa terairi, walaupun hasilnya tidak maksimal dan tidak bertahan lama,” ungkapnya.


Menurut Sony, kondisi kerusakan saluran semakin parah terutama saat musim hujan. Meningkatnya debit air dari Sungai Cimedang sering menyebabkan luapan air yang justru mempercepat kerusakan pada infrastruktur saluran irigasi tersebut.
Saluran air primer tersebut selama ini mengairi lahan pertanian di tiga blok utama, yakni Blok Lamping, Blok Lio, dan Blok Cijere Girang dengan total luas sekitar 22 hektare.
Akibat kerusakan yang berkepanjangan, para petani di wilayah tersebut kini hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun. Padahal sebelumnya, sebagian petani dapat melakukan penanaman lebih optimal karena ketersediaan air yang cukup.


Sebagai upaya darurat, para petani bahkan pernah membeli satu batang paralon berdiameter delapan inci untuk membantu menyalurkan air. Meski sempat membantu, namun kondisi tersebut tidak mampu bertahan lama karena sering mengalami kebocoran dan kerusakan kembali.


“Alhamdulillah sempat membantu, tapi tidak bertahan lama karena sering bocor dan harus diperbaiki lagi,” tambah Sony.


Para petani Desa Sukamelang berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dapat segera turun tangan memperbaiki saluran irigasi tersebut. Mereka meminta agar jeritan dan aspirasi petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dapat segera mendapat perhatian serius.
“Harapan kami pemerintah daerah bisa mendengar keluhan para petani di Desa Sukamelang dan segera memperbaiki saluran air primer ini,” pungkasnya.


Kerusakan irigasi di wilayah DAS Cimedang sendiri dinilai cukup krusial. Diketahui, daerah tangkapan air di kawasan tersebut memiliki luas sekitar 656 kilometer persegi dan berperan penting dalam menunjang sektor pertanian serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan infrastruktur irigasi ini akan berdampak lebih luas terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani di wilayah Kecamatan Kasomalang.

Oki Hardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.