5 April 2026

Saluran Irigasi Sanggiang Sri Longsor Lagi, 80 Hektar Sawah di Nangorak Terancam‎

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Aliran air yang selama ini menjadi nadi kehidupan petani di Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, tiba-tiba terhenti. Saluran irigasi Sanggiang Sri kembali longsor, meninggalkan kekhawatiran yang perlahan berubah menjadi kecemasan kolektif warga.

‎Di balik hamparan sawah yang biasanya hijau, kini tersimpan ancaman yang tak kasat mata. Sekitar 80 hektar lahan pertanian bergantung pada saluran tersebut. Tanpa aliran air, para petani bukan hanya kehilangan pasokan irigasi, tetapi juga harapan untuk musim tanam yang normal.


‎Longsoran tanah yang menutup saluran terbilang cukup besar. Material berupa tanah dan batu membuat aliran air benar-benar terputus. Dalam situasi ini, warga memilih tidak berpangku tangan. Setiap akhir pekan, mereka berkumpul, bergotong royong membersihkan sisa longsoran dengan peralatan seadanya.
‎Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh.

‎“Warga sudah rutin kerja bakti tiap Sabtu dan Minggu, tapi material longsoran belum sepenuhnya teratasi. Kami hanya bisa menangani secara darurat,” ujar seorang Ketua RW setempat saat ditemui di lokasi, Minggu (5/4/2026).

‎Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penanganan manual tidak lagi cukup. Dibutuhkan alat berat dan intervensi teknis agar saluran irigasi dapat kembali berfungsi normal. Tanpa itu, risiko gagal tanam hingga gagal panen menjadi bayang-bayang yang kian nyata.

‎Harapan pun kini tertuju pada Pemerintah Kabupaten Sumedang. Warga berharap adanya respons cepat dari dinas terkait, seperti PUPR maupun BPBD, untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan.

‎“Kami memohon Bapak Bupati bisa meninjau langsung. Kami butuh penanganan segera dan permanen. Nasib sawah kami bergantung pada saluran ini,” lanjutnya.

‎Hingga kini, warga masih terus berjibaku dengan material longsor, membersihkan sedikit demi sedikit apa yang mereka mampu. Di tengah keterbatasan, mereka bertahan dengan satu harapan sederhana: air kembali mengalir, dan musim tanam tidak berubah menjadi musim kegagalan.



Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.