Titus Diah: Ramadan Adalah Cahaya yang Menguatkan Hati dan Kepedulian Sosial

Sumedang | Metronasionalnews.com — 17 Februari 2026. Ramadan selalu datang dengan cara yang lembut. Ia mengetuk hati, mengajak setiap insan untuk berhenti sejenak dari riuh kehidupan, lalu menengok ke dalam diri. Di momen menyambut 1447 Hijriah/2026 M ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang, Titus Diah, menyampaikan ucapan yang tidak sekadar formalitas, melainkan refleksi yang dalam dan menyentuh.
“Marhaban Ya Ramadhan. Semoga cahaya bulan ini mampu menerangi sudut-sudut gelap dalam hati kita dan membawa kedamaian yang kita cari sepanjang tahun,” ujarnya.
Bagi Titus Diah, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menata ulang nurani. Sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Gerindra (Dapil II) yang kini menjabat Sekretaris Komisi IV—komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat, meliputi pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja—ia memandang Ramadan sebagai momentum memperkuat empati sosial.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka. Peka terhadap tetangga yang kesulitan, terhadap anak-anak yang membutuhkan pendidikan yang layak, terhadap masyarakat yang berharap layanan kesehatan yang lebih baik, dan terhadap para pekerja yang menggantungkan hidup pada keadilan dan kesempatan,” tuturnya.
Menurutnya, cahaya Ramadan bukan hanya cahaya spiritual, tetapi juga cahaya kepedulian. Dalam tugasnya di Komisi IV, ia melihat langsung bagaimana kebutuhan masyarakat terus bergerak dan menuntut perhatian yang serius. Karena itu, ia berharap bulan suci ini menjadi ruang perenungan sekaligus penguatan komitmen untuk bekerja lebih sungguh-sungguh bagi rakyat
Ramadan, kata Titus, adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri—baik sebagai pribadi maupun sebagai penyelenggara amanah publik. Ia meyakini bahwa setiap kebijakan dan setiap keputusan yang lahir dari hati yang bersih akan membawa keberkahan bagi masyarakat luas.
Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh masyarakat Sumedang untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal mempererat persaudaraan dan memperkuat solidaritas sosial.
“Semoga setiap doa yang terucap dikabulkan dan setiap amal diterima. Semoga Ramadan tahun ini menghadirkan kedamaian, kesehatan, dan harapan baru bagi kita semua,” ucapnya penuh harap.
Di tengah dinamika pembangunan daerah, Ramadan menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah daerah bukan hanya pada infrastruktur dan program, tetapi juga pada ketulusan hati dan kebersamaan warganya. Dan dari sana, cahaya itu menyala—pelan, namun pasti.
Wahyu BK
