25 Februari 2026

ZIS Mengalir, Harapan Bertumbuh: Sentuhan Kebaikan di Pekan Ketiga Februari

0

‎Sumedang | Metronasionalnews — 25 Februari 2026. Kebaikan sering kali tak bersuara lantang. Ia mengalir pelan, mengetuk pintu-pintu yang nyaris kehilangan harapan, lalu tumbuh menjadi senyum yang kembali merekah.

‎Memasuki pekan ketiga Februari 2026, titipan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh BAZNAS Kabupaten Sumedang kembali menemukan jalannya. Total Rp114.798.400 tersalurkan kepada 492 penerima manfaat—baik perorangan maupun lembaga—menjadi bukti bahwa amanah umat terus bergerak, bukan sekadar tercatat. Angka itu mungkin terlihat administratif. Namun di baliknya, ada cerita-cerita kecil yang menyala.

‎Program Bekal Hidup menjadi penyaluran terbesar, dengan total Rp45.370.000 yang menjangkau 247 jiwa. Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin tampak sederhana. Tetapi bagi mereka yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar, bantuan tersebut menjadi penguat untuk tetap berdiri.

‎Di sektor pengobatan dan kesehatan, Rp26.048.000 disalurkan kepada 83 jiwa. Ada yang membutuhkan biaya berobat, ada yang memerlukan dukungan untuk pemulihan. Bantuan kesehatan bukan hanya tentang biaya, melainkan tentang kesempatan untuk kembali sehat dan produktif.

‎Sementara itu, program Ibnu Sabil sebesar Rp1.080.000 menyentuh 9 jiwa—mereka yang sedang dalam perjalanan dan membutuhkan pertolongan. Dalam Islam, perhatian kepada musafir adalah bagian dari kepedulian sosial yang kerap terlupakan, namun tetap dijaga melalui skema penyaluran zakat.

‎Sebanyak Rp38.800.000 disalurkan untuk sektor keagamaan yang menjangkau 15 lembaga. Dana tersebut menopang berbagai kegiatan pembinaan umat, pendidikan agama, hingga penguatan sarana ibadah. Di ruang-ruang kecil pengajian dan madrasah, bantuan itu berubah menjadi cahaya ilmu.

‎Tak kalah penting, Rp3.500.000 diberikan kepada 3 penyandang disabilitas. Nilainya mungkin tidak besar, namun maknanya dalam. Ia adalah pesan bahwa tak seorang pun boleh tertinggal dari lingkaran kepedulian.

‎Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., menyampaikan pesan yang menyejukkan sekaligus menggugah.

‎“Jangan sampai mulut kita fasih mengagungkan Ramadhan sebagai bulan suci, sementara rekening kita masih menahan hak-hak fakir miskin.

‎Kalimat itu terasa relevan menjelang Ramadhan. Bulan suci bukan sekadar seremoni spiritual, tetapi momentum membebaskan diri dari sifat kikir dan egoisme. Ramadhan mengajarkan bahwa keberkahan tak diukur dari apa yang disimpan, melainkan dari apa yang dibagikan.

‎Menurutnya, Ramadhan adalah saat terbaik untuk melatih kepekaan sosial. Menjadikan diri lebih bermanfaat bagi sesama, bukan hanya dalam doa, tetapi dalam aksi nyata.

‎Laporan penyaluran pekan ketiga Februari ini menjadi pengingat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sistem sosial yang hidup. Ia menghubungkan yang lapang dengan yang sempit, yang cukup dengan yang membutuhkan.

‎Setiap rupiah yang dititipkan adalah kepercayaan. Dan setiap penyaluran adalah jawaban atas kepercayaan itu.

‎Di Sumedang, aliran ZIS terus bergerak. Mungkin tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya terasa. Dari dapur sederhana yang kembali berasap, dari ruang perawatan yang memberi harapan sembuh, hingga dari lembaga keagamaan yang terus menyalakan cahaya pembinaan.

‎Ramadhan di menjelang sepuluh hari pertama yang dikenal sebagai fase rahmat, Pertanyaannya kini sederhana: sudahkah kita memastikan bahwa di dalam harta kita, hak orang lain telah benar-benar sampai?

‎Sumber: Instagram @zakatkabsumedang

‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.