Ateng Sutisna: Duta Tani Jadi Kunci Regenerasi Petani untuk Jaga Ketahanan Pangan

Majalengka — Ateng Sutisna menegaskan pentingnya penguatan program Duta Tani sebagai upaya strategis dalam menghadapi persoalan regenerasi petani di Indonesia. Menurutnya, minimnya keterlibatan generasi muda di sektor pertanian dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan ketahanan pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan Training for Trainer (TFT) Duta Tani yang diselenggarakan Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat di Saung Panganteur Kahayang H. Ateng, Desa Salagedang, Kabupaten Majalengka. Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan reses Anggota DPR RI masa persidangan V tahun 2025–2026.
Baca Juga:Presiden Prabowo Resmikan 1061 Koperasi Merah Putih secara Nasional
Ateng menyebut, kondisi pertanian nasional saat ini menghadapi tantangan besar karena mayoritas petani sudah berada di usia lanjut. Sementara minat anak muda untuk terjun ke sektor pertanian terus menurun. Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023 dari Badan Pusat Statistik, sebagian besar petani di Indonesia berusia di atas 45 tahun, sedangkan jumlah petani muda masih sangat terbatas.
Ia menilai, jika kondisi ini tidak segera diatasi, Indonesia berpotensi menghadapi masalah serius di sektor pangan dalam beberapa tahun mendatang akibat berkurangnya tenaga penerus di bidang pertanian.
Sebagai solusi, Ateng mendorong program Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan agar diperkuat sebagai sarana menarik minat generasi muda. Menurutnya, pertanian modern harus dikenalkan sebagai sektor yang menjanjikan, didukung teknologi, inovasi, serta peluang usaha yang besar.
Selain itu, Duta Tani diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi masyarakat melalui pendekatan smart farming, penggunaan alat pertanian modern, digitalisasi usaha tani, hingga pengembangan agribisnis kreatif di pedesaan.
Ateng juga menekankan bahwa kemandirian pangan memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan ekonomi dan energi nasional. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia di sektor pertanian perlu menjadi perhatian bersama agar desa mampu mandiri secara pangan dan ekonomi.
Kegiatan TFT Duta Tani tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat, dengan materi penguatan kapasitas penyuluh pertanian masyarakat, mulai dari teknik budidaya, pengelolaan lahan, hingga strategi pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.
Berita ini dilansir dari situs resmi PKS.
Editor:Dul
