Ribuan Warga Majasem Terima Bantuan Pangan, Sinergi Desa dan Pemerintah Kecamatan Jadi Contoh Pelayanan Tepat Sasaran

Ngawi — Kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan pangan di Desa Majasem, Selasa (12/5/2026). Bertempat di gedung serbaguna desa, ratusan warga tampak tertib mengantre untuk menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan melalui kerja sama antara pemerintah desa, Bulog, serta aktivis Universitas Ngawi.
Program bantuan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat. Sebanyak 1.045 penerima manfaat dari total sekitar 9.000 penduduk Desa Majasem tercatat menerima bantuan sosial sesuai data penerima yang telah diverifikasi.
Sekretaris Kecamatan yang hadir mewakili Camat Kendal, Masjidin, menegaskan bahwa pemerintah kecamatan turun langsung guna memastikan proses distribusi berjalan lancar dan bantuan diterima masyarakat dalam kondisi baik.
“Dikarenakan Pak Camat ada giat lain, maka yang diutus ke sini untuk meninjau atau cek langsung itu saya,” ujar Masjidin saat meninjau lokasi penyaluran.
Ia memastikan seluruh bantuan yang diberikan memenuhi standar kelayakan dan diterima utuh oleh warga.
“Saya hanya memastikan tiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam keadaan bagus,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan juga menyampaikan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan program yang telah dijadwalkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Bantuan datang menurut jadwal dari Kemensos,” ujarnya.
Kepala Desa Majasem, Suhadi Purnomo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya penyaluran bantuan yang berjalan tertib dan kondusif. Ia berharap bantuan tersebut mampu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.
“InsyaAllah bantuan yang kita berikan sudah tepat sasaran,” kata Suhadi Purnomo.
Keberhasilan penyaluran bantuan di Desa Majasem dinilai menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Bulog, dan unsur akademisi dalam mengawal program sosial agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Transparansi, pengawasan langsung di lapangan, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci utama agar bantuan tidak sekadar tersalurkan, tetapi juga tepat guna dan tepat sasaran.(sgta)
