Simpay BAZNAS Jadi Gerakan Sedekah Warga, Desa Buana Mekar Nyatakan Dukungan

Sumedang | Metronasionalnews.com – Upaya memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah berbasis masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang. Salah satu langkah yang kini mulai diperluas adalah melalui program Simpay BAZNAS, sebuah inovasi pengumpulan dana sosial berbasis komunitas yang menyasar lingkungan rukun warga hingga tingkat desa
Program tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Buana Mekar, Kecamatan Cibugel. Kepala Desa Buana Mekar bahkan menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program Simpay BAZNAS sebagai bagian dari upaya bersama membantu masyarakat dan mengatasi persoalan sosial di lingkungan desa
Untuk memperjelas mekanisme dan arah program, Kepala Desa Buana Mekar melakukan konsultasi langsung dengan Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan.
Dalam keterangannya, Ayi Subhan menjelaskan bahwa Simpay BAZNAS merupakan program bidang pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang dijalankan dengan konsep sederhana namun menyentuh langsung masyarakat.
Melalui program ini, warga diajak menyisihkan sebagian rezekinya melalui celengan atau bumbung yang telah disediakan BAZNAS. Nantinya, dana yang terkumpul akan dihimpun oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa sebelum diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Sumedang untuk dikelola dan disalurkan kembali kepada masyarakat.
“Nanti hasilnya dikumpulkan oleh UPZ lingkungan desa setempat sebelum diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Sumedang. Kemudian BAZNAS menyalurkan kembali dana infak tersebut dalam bentuk bantuan sosial produktif sesuai kebutuhan lingkungan,” ujar Ayi Subhan

Program Simpay sendiri mengusung konsep “jemput bola” dalam pengumpulan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah). Pendekatan ini dinilai lebih memudahkan masyarakat untuk bersedekah secara rutin, bahkan dimulai dari nominal kecil
Selain mempermudah warga dalam menyalurkan donasi, program tersebut juga diharapkan menjadi gerakan filantropi lokal yang transparan dan mampu membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Ayi Subhan berharap kepedulian masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke atas, dapat terus tumbuh melalui gerakan infak yang berbasis gotong royong tersebut
“Semoga dengan adanya kepedulian dari masyarakat melalui gerakan infak, permasalahan sosial khususnya di lingkup rukun warga bisa sedikit teratasi dan membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem program Simpay melibatkan pencatatan koin atau dana yang dihimpun melalui UPZ desa. Dana tersebut nantinya kembali dimanfaatkan melalui berbagai program BAZNAS, termasuk dukungan anggaran kedaruratan yang dapat digunakan oleh UPZ dan pemerintah desa sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, program seperti Simpay BAZNAS dinilai menjadi bentuk nyata semangat gotong royong yang tetap hidup di tengah masyarakat Sumedang.
Sebab kadang, perubahan besar memang tidak selalu dimulai dari bantuan besar. Ada kalanya kepedulian lahir dari koin-koin kecil yang dikumpulkan dengan keikhlasan, lalu tumbuh menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan bantuan.
Wahyu BK
