DLH Purwakarta Siapkan Zona Sanitary Landfill di TPA Cikolotok, Anggaran Capai Rp4,575 Miliar dari APBD 2026

PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan membangun zona Sanitary Landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikolotok pada Tahun Anggaran 2026. Proyek strategis tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp4.575.000.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Purwakarta Tahun 2026 dan akan dilaksanakan melalui mekanisme tender.
Pembangunan sanitary landfill ini menjadi langkah penting dalam modernisasi pengelolaan sampah di Kabupaten Purwakarta. Selama ini, TPA Cikolotok menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya volume sampah, keterbatasan kapasitas lahan, hingga tuntutan pemerintah pusat agar daerah meninggalkan sistem pengelolaan sampah konvensional atau open dumping.
Baca Juga:Mengenal Limbah B3 dan Jenis-Jenisnya,Kenali Dampak Buruk bagi Lingkungan dan Kesehatan
Sanitary landfill merupakan metode pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem pembuangan terbuka. Dalam sistem ini, sampah yang masuk akan ditata dan dipadatkan secara berlapis, kemudian ditutup dengan tanah secara berkala sehingga dapat mengurangi bau, mencegah berkembangnya vektor penyakit, serta menekan pencemaran air tanah akibat rembesan lindi. Selain itu, metode ini juga mampu meminimalkan risiko longsoran sampah dan meningkatkan umur operasional TPA.
Pembangunan zona sanitary landfill di TPA Cikolotok dinilai sangat mendesak mengingat kondisi TPA yang disebut telah mendekati kapasitas maksimal. Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan tingkat keterisian TPA Cikolotok telah mencapai sekitar 90 persen sehingga diperlukan penataan dan pengembangan zona baru agar pelayanan persampahan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Selain meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, proyek ini juga diharapkan menjadi jawaban atas berbagai keluhan masyarakat terkait bau tidak sedap dan dampak lingkungan yang selama ini muncul di sekitar kawasan TPA. Pemerintah daerah menargetkan sistem pengelolaan yang lebih modern, aman, dan sesuai standar lingkungan hidup nasional.
Di sisi lain, sejumlah kalangan berharap pembangunan fisik sanitary landfill juga dibarengi dengan penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk peningkatan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, optimalisasi bank sampah, serta transparansi pengelolaan retribusi persampahan.
Dengan adanya proyek senilai Rp4,575 miliar tersebut, TPA Cikolotok diharapkan dapat bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Kabupaten Purwakarta dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan bagi generasi mendatang.
Red
