6 Agustus 2026

Penghormatan Terakhir untuk Abah Badoey, Polres Sumedang Lepas Kepergian Aiptu Mansyur Sumarna dengan Upacara Kedinasan

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman kedinasan Almarhum Aiptu Mansyur Sumarna, yang akrab disapa Abah Badoey, anggota Polres Sumedang yang semasa hidup mengemban tugas sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Sumedang Selatan. Upacara penghormatan terakhir itu digelar pada Kamis (6/8/2026) di Tempat Pemakaman Keluarga, Dusun Ciloa, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang

‎Ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga, kerabat, jajaran Polres Sumedang, personel Polsek Sumedang Selatan, serta masyarakat memadati lokasi pemakaman. Mereka hadir untuk mengantar kepergian sosok polisi yang dikenal ramah, rendah hati, dan selalu dekat dengan warga.

‎Prosesi pemakaman dilaksanakan secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan institusi Polri atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat

‎Dalam upacara tersebut, Kompol Hadi Mulyana, SH., MH., CHRA bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi AKP Sukardi, S.Sos., Kapolsek Sumedang Selatan, sebagai Perwira Upacara, serta Ipda R. Fadillah sebagai Komandan Upacara. Seluruh rangkaian berlangsung khidmat sesuai tata upacara pemakaman kedinasan Polri.

‎Suasana semakin mengharukan saat Kompol Hadi Mulyana meletakkan karangan bunga di atas pusara almarhum sebagai simbol penghormatan terakhir dari keluarga besar Polri. Tak lama kemudian, dentuman salvo yang dilepaskan oleh regu kehormatan dari Satsamapta Polres Sumedang memecah keheningan. Tembakan penghormatan itu menjadi simbol penghargaan tertinggi bagi seorang anggota Polri yang telah menuntaskan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

‎Dalam amanatnya, Kompol Hadi Mulyana menegaskan bahwa pemakaman kedinasan merupakan bentuk penghormatan institusi kepada anggota yang telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi selama bertugas.

‎”Upacara ini merupakan penghormatan terakhir dari keluarga besar Polres Sumedang kepada almarhum Aiptu Mansyur Sumarna atas pengabdian dan dedikasinya selama bertugas sebagai anggota Polri, khususnya sebagai Bhabinkamtibmas yang selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

‎Ia berharap semangat pengabdian yang telah ditunjukkan almarhum dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus menjalankan tugas dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan semangat melayani masyarakat

‎Momen paling menggetarkan terjadi saat sambutan dari pihak keluarga disampaikan oleh putri almarhum, Alivia. Dengan suara bergetar menahan tangis, ia mewakili keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pelayat yang telah hadir, mendoakan, serta memberikan dukungan kepada keluarga sejak almarhum berpulang.

‎Dalam sambutannya, keluarga menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan duka yang sangat mendalam, namun mereka berusaha menerima dengan ikhlas sebagai ketetapan Allah SWT. Keluarga juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, serta memohon doa agar seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.

‎”Kami mengucapkan terima kasih atas segala perhatian, doa, dan bantuan yang diberikan kepada keluarga. Kami juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum memiliki kekhilafan kepada siapa pun. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan membalas segala kebaikan Bapak dan Ibu sekalian dengan pahala yang berlipat ganda,” ucap Alivia di hadapan para pelayat.

‎Kepergian Aiptu Mansyur Sumarna meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar Polres Sumedang maupun masyarakat Desa Gunasari dan wilayah Sumedang Selatan. Sosok yang dikenal sederhana, humanis, dan selalu mengedepankan pendekatan kekeluargaan itu kini telah berpulang, namun jejak pengabdian serta keteladanannya akan terus hidup dalam ingatan masyarakat.

‎Di tengah isak tangis keluarga dan rekan-rekan sejawat, doa terus dipanjatkan mengiringi kepergian Abah Badoey menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Sebuah pengabdian telah usai, namun nilai-nilai ketulusan, loyalitas, dan pengabdian yang diwariskannya akan tetap menjadi teladan bagi generasi penerus Bhayangkara maupun masyarakat yang pernah merasakan kehadiran dan kepeduliannya.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.