4 September 2026

Tiga Siswa SDN Sukamulya Ukir Prestasi di FTBI Sumedang Utara

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com – 2 September 2026. Bahasa ibu bukan sekadar warisan dari generasi ke generasi. Di tangan anak-anak, bahasa daerah juga bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, sekaligus mengukir prestasi.

‎Semangat itulah yang ditunjukkan tiga siswa SD Negeri Sukamulya dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sumedang Utara.

‎Ketiganya berhasil membawa pulang penghargaan dari cabang lomba yang menguji kemampuan berbahasa dan aksara Sunda. Mereka adalah Syahdan Alief Reynanda, Syahrizal Parhan Firdaus, dan Hanipah.

‎Syahdan Alief Reynanda tampil dalam cabang Ngarang Carita Pondok dan berhasil meraih Juara 2. Kemampuannya menuangkan gagasan dalam bentuk cerita menjadi salah satu capaian yang membanggakan bagi sekolah

‎Prestasi berikutnya datang dari Syahrizal Parhan Firdaus. Ia berhasil meraih Juara 2 Maca Jeung Nulis Aksara Sunda.

‎Sementara Hanipah juga menunjukkan kemampuan terbaiknya pada cabang yang sama dan berhasil meraih Harapan 3.

‎Tiga capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN Sukamulya. Lebih dari sekadar deretan penghargaan, keberhasilan itu menunjukkan bahwa bahasa dan aksara Sunda masih dapat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak-anak di tengah perkembangan zaman.

‎FTBI menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal sekaligus mengembangkan kemampuan bahasa ibu. Di sana, mereka tidak hanya dituntut mampu membaca atau menulis, tetapi juga berani tampil, berkreasi dan menunjukkan kemampuan di hadapan orang lain.

‎Bagi SDN Sukamulya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri dan karakter siswa

‎Sebab, sebuah prestasi tidak selalu dimulai dari panggung kemenangan. Ada proses panjang di belakangnya—latihan, bimbingan guru, dukungan orang tua, keberanian mencoba hingga kesiapan menerima hasil.

‎Semangat itu pula yang diharapkan terus tumbuh setelah ajang FTBI berakhir.

‎Kepala SDN Sukamulya , Hj. Renny Oktavianny R.  S.Pd. M.M., menyampaikan apresiasi kepada ketiga siswa sekaligus seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

‎“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru pembimbing, orang tua, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak kami sehingga mereka dapat mengikuti FTBI dengan baik dan berhasil meraih prestasi.”tuturnya.

‎Menurutnya, keberhasilan Syahdan, Syahrizal dan Hanipah bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya.

“Kami sangat bangga atas perjuangan dan kerja keras anak-anak. Bagi kami, prestasi bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian, kedisiplinan, dan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti perlombaan.”

Bahasa Sunda dan Tantangan Zaman

‎Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya penggunaan berbagai bahasa dalam kehidupan sehari-hari, upaya mengenalkan bahasa daerah kepada generasi muda menjadi tantangan tersendiri.

‎Karena itu, Kepala SDN Sukamulya berharap kegiatan seperti FTBI dapat terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenal bahasa, sastra dan budaya Sunda sejak dini.

‎“Harapan kami, melalui kegiatan seperti FTBI, anak-anak semakin mencintai bahasa dan budaya daerahnya. Bahasa Sunda dan aksara Sunda merupakan bagian dari identitas budaya yang harus terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.”harapnya.

‎Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Anak-anak juga perlu diberikan kesempatan untuk mempraktikkannya dalam berbagai kegiatan yang menyenangkan dan kompetitif

‎Dari sanalah kecintaan terhadap bahasa daerah diharapkan tumbuh secara alami.

‎Kepala sekolah juga mengingatkan para siswa agar tidak berhenti setelah mendapatkan penghargaan. Prestasi yang diraih hendaknya menjadi pijakan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

‎“Untuk anak-anak kami, teruslah belajar, berlatih dan jangan takut mencoba. Jadikan prestasi ini sebagai penyemangat untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya. Tetap rendah hati dan terus membawa nama baik sekolah.”

‎Apresiasi juga diberikan kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi siswa selama proses persiapan. Begitu pula kepada orang tua yang memberikan dukungan dari luar lingkungan sekolah.

‎“Sekali lagi, selamat kepada anak-anak kami. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga prestasi ini menjadi awal dari langkah yang lebih besar dan membawa manfaat bagi sekolah, keluarga, serta lingkungan sekitar.”pungkasnya.

‎Capaian tiga siswa tersebut sekaligus menjadi pesan sederhana bahwa menjaga bahasa daerah dapat dimulai dari sekolah.

‎Ketika anak-anak diberi ruang untuk mengenal, menggunakan, membaca, menulis dan mencintai bahasa serta aksara Sunda, warisan budaya tidak berhenti sebagai cerita masa lalu

‎Ia terus hidup—dipelajari, digunakan dan diwariskan kembali oleh generasi berikutnya.

‎“Datang dengan tujuan, belajar dengan aksi, kembali mengukir prestasi.”

‎Bagi keluarga besar SDN Sukamulya, kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Prestasi Syahdan, Syahrizal dan Hanipah menjadi salah satu bukti bahwa proses belajar yang dijalani dengan kesungguhan dapat melahirkan kebanggaan, sekaligus ikut menjaga bahasa ibu tetap tumbuh di tengah generasi muda.


Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.