18 September 2026

Saat Hidup Tak Banyak Menyisakan Pilihan, BAZNAS Sumedang Hadir Mengetuk Pintu Rumah Ibu Acih‎

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com –  Di sebuah sudut Sukatali, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, ada kisah tentang seorang perempuan lanjut usia yang menjalani hari-harinya dengan kesederhanaan.

Namanya Ibu Acih Rukasih.

‎Di usia senja, ia masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja sebagai buruh, bercocok tanam dan berkebun. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut menjadi sandaran untuk menyambung kehidupan sehari-hari.

‎Namun, perjalanan Ibu Acih tidak hanya tentang dirinya sendiri. Ia juga harus merawat anaknya yang sedang sakit. Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, kebutuhan rumah tangga pun terasa semakin berat.

‎Di saat seperti itulah, sebuah uluran tangan menjadi sangat berarti.

‎BAZNAS Kabupaten Sumedang, berkolaborasi dengan GRIB Sumedang, hadir memberikan bantuan berupa sembako kepada Ibu Acih. Bantuan sederhana itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarganya untuk beberapa waktu ke depan.

‎Bagi sebagian orang, sembako mungkin hanya sekumpulan kebutuhan pokok. Tetapi bagi mereka yang sedang berada dalam keterbatasan, setiap beras, minyak, dan kebutuhan lainnya bisa menjadi penguat langkah untuk melewati hari.

‎Ibu Acih pun menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Sumedang dan GRIB Sumedang atas kepedulian yang diberikan kepada keluarganya.

‎Ada keharuan yang sederhana dari bantuan tersebut. Bukan semata tentang nilai barang yang diterima, melainkan tentang perhatian yang datang ketika seseorang sedang membutuhkan.

‎BAZNAS Sumedang selama ini berupaya menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Kehadiran bantuan sosial menjadi salah satu bentuk bagaimana kepedulian dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

‎Kisah Ibu Acih kembali mengingatkan bahwa kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar.
‎Kadang, sebungkus sembako adalah tanda bahwa seseorang tidak sedang berjalan sendirian.

‎Di balik keterbatasan, masih ada tangan yang mengulurkan bantuan. Di tengah kesulitan, masih ada hati yang memilih peduli.

‎Semoga bantuan tersebut benar-benar menjadi manfaat bagi keluarga Ibu Acih dan menjadi keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

‎Sebab pada akhirnya, kebaikan yang diberikan dengan ketulusan mungkin terlihat kecil di mata pemberi, tetapi bisa menjadi begitu besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.




Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.