23 September 2026

DUGAAN PENYEMPITAN SUNGAI CIMUJA OLEH PROYEK AS SYIFA SAGALAHERANG: Ancaman Ekologis di Depan Mata, Karang Taruna Beri Kecaman Keras!

0

SUBANG — Dalih pembangunan dan perluasan fasilitas dinilai tidak boleh menumbalkan kelestarian lingkungan hidup dan hak hajat orang banyak. Namun, ironi ini diduga kuat sedang terjadi pada proyek pembangunan As Syifa di wilayah Sagalaherang, Kabupaten Subang. Proyek tersebut disinyalir secara serampangan telah mencaplok dan menyempitkan aliran Sungai Cimuja, memicu kemarahan warga setempat.

Ketua Karang Taruna Sagalaherang (Saher), Ahmad Bashori, melontarkan kecaman keras atas insiden dugaan perusakan ekosistem sungai ini. Menurutnya, tindakan penyempitan sepihak ini adalah bentuk arogansi pembangunan yang mengabaikan dampak fatal bagi masyarakat bawah.

“Kami mengecam keras tindakan ini! Sungai Cimuja bukanlah selokan pribadi yang bisa dipersempit seenaknya demi memuluskan proyek. Ini adalah hulu sungai dan urat nadi kehidupan yang aliran airnya dipakai langsung oleh masyarakat, khususnya di empat desa, yakni Desa Sagalaherang Kidul, Desa Dayeuhkolot, Desa Leles, dan sekitarnya,” tegas Ahmad Bashori kepada awak media, Rabu.

Bencana Ekologis yang Mengintai

Lebih lanjut, penyempitan daerah aliran sungai (DAS) ini memunculkan rentetan kritik tajam terkait hilangnya fungsi pengawasan dari pemerintah daerah. Jika dibiarkan, penyempitan hulu Sungai Cimuja ini merupakan “bom waktu” bencana ekologis. Saat musim penghujan tiba, hilangnya daya tampung sungai akan memicu banjir bandang yang langsung menghantam permukiman warga di keempat desa tersebut. Belum lagi dampak krisis air bagi irigasi pertanian warga yang selama ini bergantung pada debit air Sungai Cimuja.

Video Lokasi

Publik kini mempertanyakan kelayakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari pembangunan As Syifa Sagalaherang tersebut. Apakah proses izin lingkungan dilakukan dengan benar, atau sekadar formalitas di atas kertas tanpa melihat realitas topografi sungai di lapangan?

Desak Pemkab Subang Jangan Tutup Mata

Tidak ingin masyarakat menjadi korban keserakahan proyek, Ahmad Bashori mendesak instansi berwenang untuk segera bangkit dari kursi empuknya.

“Kami meminta dengan tegas kepada pihak yang berwenang, baik itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, hingga Satpol PP Kabupaten Subang untuk segera turun ke lapangan hari ini juga! Tinjau langsung, ukur ulang sempadan sungainya. Jika terbukti ada pelanggaran tata ruang dan perusakan daerah aliran sungai, hentikan sementara pembangunannya! Jangan sampai hukum tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” cecar pria yang akrab disapa Bashori tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen maupun perwakilan dari As Syifa Sagalaherang masih belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan penyempitan sungai dan protes keras dari masyarakat setempat tersebut.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.