Lumbung Pangan BAZNAS Sumedang Siapkan 50 Hektare Jagung di Tanjungmedar

Sumedang | Metronasionalnews.com — Sebuah lahan seluas sekitar 50 hektare di Kecamatan Tanjungmedar disiapkan menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan berbasis zakat. Melalui Program Lumbung Pangan, BAZNAS Kabupaten Sumedang akan melibatkan sedikitnya 50 petani untuk mengembangkan budidaya jagung.
Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sebelumnya telah disiapkan BAZNAS RI bersama Pemkab Sumedang. Tanjungmedar dipilih sebagai lokasi pengembangan dengan jagung sebagai komoditas utama.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., mengatakan penanaman akan dimulai setelah kondisi musim penghujan dinilai memungkinkan.
“Program ketahanan pangan ini insya Allah akan dilaksanakan di Kecamatan Tanjungmedar, berupa program penanaman jagung di lahan sekitar 50 hektare,” ujar Ayi seusai launching Lumbung Pangan, Jumat (2/10/2026).
Namun, bagi BAZNAS, program ini bukan sekadar urusan menanam dan memanen jagung. Ada misi pemberdayaan yang ingin dibangun: menjadikan dana zakat sebagai kekuatan produktif sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada para muzaki.
Pendampingan akan dilakukan sejak awal. BAZNAS menyiapkan intervensi berupa benih, pupuk dan sarana pertanian lainnya, kemudian memantau proses budidaya hingga masa panen.
“Kita intervensi mulai dari medianya, bibit, pupuk dan lain-lain, sampai kita pastikan ketika panen para petani tersebut bisa melakukan penanaman yang serupa,” katanya.
Program juga dirancang berkelanjutan. Target akhirnya bukan hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi mendorong perubahan ekonomi penerima manfaat agar perlahan mampu mandiri.
“Program ini tidak hanya sekali, tapi harus berkesinambungan. Intinya bagaimana dari hasil pertanian ini bisa merubah seorang mustahik menjadi muzaki,” ungkap Ayi.
Untuk hasil panen, BAZNAS tidak akan mengambil alih kewenangan petani. Lembaga tersebut menempatkan diri sebagai pendamping dan pengawas, sementara pengelolaan hasil tetap menjadi ranah kelompok petani.
“Hasil panennya nanti terserah petani. Kita sesuai dengan fungsi, mengawasi dan mendampingi,” ujarnya.
Dengan pola tersebut, Lumbung Pangan diharapkan tidak berhenti sebagai program bantuan satu musim. Benih jagung yang ditanam di Tanjungmedar diharapkan tumbuh bersama kemampuan petani, membuka peluang ekonomi, dan pada akhirnya mengubah zakat menjadi jalan menuju kemandirian.
Wahyu BK
