14 Oktober 2026

Kades Buana Mekar Jenguk Warga Sakit, Serahkan Bantuan Simpay BAZNAS‎

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com — Di tengah suasana ruang perawatan rumah sakit, perhatian seorang kepala desa hadir bukan hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga dalam sapaan, doa dan kepedulian.
‎
‎Kepala Desa Buana Mekar, Deki Hermanto, menjenguk warganya yang tengah menjalani perawatan medis sekaligus menyerahkan bantuan biaya pengobatan dari program Simpay BAZNAS Kabupaten Sumedang melalui pilar Sumedang Sehat.
‎
‎Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan kebutuhan akomodasi dan operasional keluarga tiga warga Desa BuanaMekar yang sedang menjalani perawatan, yakni Kusnadi dari Dusun Cipeureu, Sopian dari Dusun Cidomas, dan Odi dari Dusun Neglasari.
‎
‎Kunjungan itu berlangsung dalam suasana sederhana. Deki menyempatkan berbincang dengan keluarga pasien, mendengarkan kondisi mereka sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat menghadapi masa sulit.
‎
‎“Kehadiran kami di sini bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial pemerintah desa untuk memastikan warga kami yang sedang diuji dengan penyakit tidak merasa berjuang sendirian,” ujar Deki.
‎
‎Bagi pemerintah desa, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian kepada warga dapat hadir melalui kolaborasi. Program Simpay BAZNAS yang dihimpun dari infak masyarakat di tingkat RW menjadi salah satu bentuk gotong royong yang manfaatnya kembali dirasakan oleh warga yang membutuhkan.


‎Deki pun menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sumedang dan masyarakat yang selama ini turut menyisihkan infaknya melalui program tersebut.
‎
‎Menurutnya, ketika dana umat dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, nilai kepedulian itu tidak berhenti sebagai angka, tetapi menjelma menjadi pertolongan nyata bagi keluarga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan.
‎
‎Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Kaur Kesra Ustad Aceng Furkon. Ia turut mendoakan agar para pasien segera diberikan kesembuhan dan keluarga diberi ketabahan.
‎
‎Ustad Aceng juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat berbagi melalui infak mandiri. Menurutnya, program yang lahir dari semangat umat untuk umat seperti Simpay BAZNAS dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat ketika warga menghadapi kondisi darurat.
‎
‎Di tengah kesulitan, terkadang yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga keyakinan bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli.
‎
‎Dari ruang perawatan itu, pesan sederhana kembali mengemuka: gotong royong tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Ia bisa bermula dari infak kecil yang dikumpulkan bersama, lalu berubah menjadi harapan bagi keluarga yang sedang diuji.
‎
‎
‎
‎Wahyu BK
‎

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.