Bupati Dony: Pendidikan Al-Qur’an Harus Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menekankan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, beriman, dan berprestasi.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XIII tingkat Kabupaten Sumedang, Minggu (25/10/2026).
Menurut Bupati Dony, FASI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun kepercayaan diri.
Ia menilai, pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun fondasi keagamaan sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.
“Setiap kegiatan harus dilandasi niat ibadah. Mudah-mudahan silaturahmi yang terjalin pada pagi hari ini menjadi bagian dari amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua dan guru dalam mendidik anak. Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui materi pembelajaran, tetapi harus diperkuat dengan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Bupati Dony mengapresiasi para pengurus BKPRMI, ustaz, ustazah, serta orang tua yang telah berkontribusi dalam membimbing anak-anak untuk mengenal dan mempelajari Al-Qur’an.

Bupati juga berharap pembinaan generasi Qurani di Sumedang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh, Bupati Dony juga berharap FASI menjadi wadah untuk melahirkan santri berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumedang di tingkat provinsi maupun nasional.
“Melalui pendidikan Al-Qur’an dan keteladanan yang baik, kita berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu meraih prestasi,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua BKPRMI Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengatakan FASI XIII diikuti hampir 600 santriwan dan santriwati yang merupakan perwakilan hasil seleksi dari 26 kecamatan.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an sekaligus melahirkan peserta terbaik untuk berkompetisi pada FASI tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 19-21 Desember 2026.
Sebagai informasi, kegiatan yang digelar Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an-Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA-BKPRMI) Kabupaten Sumedang tersebut diikuti hampir 600 santri dari 26 kecamatan.
Perlombaan berlangsung di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang dan Pusdai Islamic Center.
Wahyu BK
