28 Oktober 2026

Warno Menang Telak di Pilkades Citaleus, Bawa Semangat “Satu Kata, Satu Hati, Satu Tujuan, Bersatu Kita Mampu.”

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com  — Warna kemenangan menguat di Desa Citaleus, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Warno, calon Kepala Desa Citaleus nomor urut 1, meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 dan mengungguli dua pesaingnya dengan selisih yang cukup jauh.
‎
‎Berdasarkan hasil penghitungan suara yang tercantum dalam rekapitulasi sementara, Warno memperoleh 858 suara atau 74,5 persen. Sementara calon nomor urut 3, Arli, meraih 174 suara atau 15,1 persen, disusul calon nomor urut 2, Tohli, S.Pd., dengan 120 suara atau 10,4 persen.
‎
‎Hasil tersebut menempatkan Warno sebagai peraih suara terbanyak sekaligus pemenang sementara Pilkades Citaleus. Dari total 1.633 pemilih, tercatat 1.155 pemilih menggunakan hak suaranya, dengan tingkat partisipasi mencapai 70,7 persen.
‎
‎Kemenangan itu bukan sekadar angka di lembar rekapitulasi. Di baliknya terdapat harapan warga yang kini menanti bagaimana Warno menerjemahkan mandat tersebut ke dalam kerja nyata selama periode kepemimpinannya.
‎
‎Sejak memasuki kontestasi Pilkades, Warno menawarkan gagasan yang ia sebut sebagai jalan kebersamaan: “Satu Kata, Satu Hati, Satu Tujuan, Bersatu Kita Mampu.”
‎
‎Bagi Warno, membangun Citaleus tidak cukup hanya dengan mengubah wajah fisik desa. Pembangunan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat—melalui pemerintahan yang bersih dan transparan, penguatan ekonomi warga, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kehidupan religius, keamanan, hingga kelestarian lingkungan.
‎
‎Lima misi yang ditawarkannya menjadi pijakan untuk membawa Citaleus menuju masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera, religius, berkeadilan dan berwawasan.
‎

‎Namun, ada satu pernyataan Warno yang sejak awal cukup menarik perhatian.
‎
‎Jika nantinya resmi dilantik sebagai Kepala Desa Citaleus periode 2026–2034, Warno menyatakan siap membangun kantor desa menggunakan dana pribadi.
‎
‎Pernyataan tersebut bukan semata-mata tentang sebuah bangunan. Bagi Warno, kantor desa idealnya menjadi simbol pelayanan sekaligus ruang bersama tempat masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintahan secara layak.
‎
‎Lebih jauh, komitmen itu ingin menegaskan bahwa langkahnya dalam kontestasi Pilkades bukan sekadar mengejar jabatan atau kepentingan materi, melainkan membawa semangat pengabdian dan keinginan untuk membangun desa.
‎
‎Kini, setelah suara rakyat berbicara, tantangan sesungguhnya justru dimulai.
‎Mandat kemenangan harus diterjemahkan menjadi program. Janji harus dibuktikan melalui kerja. Dan slogan “Satu Kata, Satu Hati, Satu Tujuan” akan diuji bukan di panggung kampanye, tetapi di tengah kehidupan masyarakat Citaleus selama delapan tahun ke depan.
‎
‎Warno menang dalam pemungutan suara. Selanjutnya, masyarakat menunggu bagaimana kemenangan itu berubah menjadi kemajuan bagi seluruh warga Citaleus.
‎
‎
‎
‎
‎Wahyu BK
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.