3 November 2026

Kemarau Jadi Berkah Petani Tembakau Ngawi, Luas Tanam Tembus 2.000 Hektare, Produktivitas Meningkat

0

NGAWI– Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang sepanjang 2026 membawa angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim curah hujan menjadi momentum menguntungkan bagi pengembangan komoditas tembakau, sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen petani.

Berdasarkan data sektor perkebunan Kabupaten Ngawi, luas lahan tembakau pada 2026 mencapai kisaran 2.000 hektare. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi komoditas tembakau sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat, khususnya petani di wilayah pedesaan.

Dari sisi produktivitas, hasil panen tembakau tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan. Rata-rata produktivitas mencapai kisaran 1,5 hingga 1,8 ton per hektare.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari faktor cuaca. Tanaman tembakau yang membutuhkan kondisi relatif kering memperoleh keuntungan dari musim kemarau. Minimnya intensitas hujan turut mendukung proses pertumbuhan, pematangan daun hingga pengeringan hasil rajangan.

Sementara itu, dari sisi pemasaran, harga tembakau rajangan kering di tingkat petani berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Besaran harga tersebut dipengaruhi kualitas tembakau, mutu rajangan serta kondisi permintaan pasar.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi, Anita Denni Arganingrum, menjadi pejabat yang relevan untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan komoditas tembakau tersebut.

Dengan luas tanam mencapai sekitar 2.000 hektare dan produktivitas yang meningkat, musim kemarau 2026 menjadi peluang besar bagi petani tembakau Ngawi untuk memperoleh hasil usaha tani yang lebih baik.(3/11/2026)

Meski demikian, peningkatan produksi idealnya harus diimbangi dengan kepastian penyerapan hasil panen dan stabilitas harga. Sebab, keberhasilan sektor perkebunan tidak semata-mata diukur dari melimpahnya hasil produksi, tetapi juga dari seberapa besar hasil tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Kini, harapan petani tidak hanya bertumpu pada cuaca yang bersahabat, tetapi juga dukungan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan budidaya, memperluas akses pemasaran, serta memastikan komoditas tembakau Ngawi memiliki nilai jual yang kompetitif.

Tembakau bukan sekadar tanaman musiman. Di tengah kemarau, komoditas ini menjadi salah satu sumber penghidupan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat tani Kabupaten Ngawi.(sgta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.