4 November 2026

Memanusiakan yang Terbuang: Dedikasi KH. M. Ubaidillah A.B. dalam Menyembuhkan Orang dengan Gangguan Jiwa di Subang

0

​Subang | Metronasionalnews.com — Di tengah keterbatasan fasilitas medis dan sosial bagi penyandang masalah kesehatan mental, Pondok Pesantren Roudlotul Ulum 2 yang berlokasi di Kp. Krapyak, Ds. Cinta Mekar, Kec. Serang Panjang, Kabupaten Subang, hadir sebagai secercah harapan. Dipimpin oleh KH. M. Ubaidillah A.B., yang akrab disapa Kang Ubay, pondok pesantren ini secara konsisten merawat dan menyembuhkan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap kali telah disingkirkan oleh masyarakat.

​Perjalanan Panjang dan Metode Pengobatan Alternatif


​Pondok pesantren ini bermula dari keprihatinan Kang Ubay pada tahun 2014 di Cianjur. Berawal dari merawat satu orang ODGJ yang ia temukan di pinggir jalan—yang kemudian dititipkan dari lurah ke lurah hingga akhirnya dibawa ke Subang—kini tempat tersebut telah berkembang pesat. Bahkan, beberapa pasien yang ditanganinya berhasil sembuh total hingga kini bekerja sebagai manajer di Tangerang.

​Metode pengobatan yang diterapkan Kang Ubay memadukan pendekatan spritual dan tirakat, utamanya menggunakan terapi air. Para santri atau pasien diwajibkan mandi pada waktu-waktu tertentu, seperti pukul 01.00 dini hari dan menjelang pagi. Selain itu, metode doa khusus seperti pembacaan Shalawat Jibril dan ayat Qulna ya naru kuni bardan wa salaman ‘ala ibrahim diamalkan sebagai media penyembuhan urat saraf yang sulit disembuhkan melalui jalur medis konvensional.

​”Kalau di media rumah sakit mungkin dengan obat-obat penenang, tapi ini mah dengan keajaiban kekuasaan Allah dan safaat Nabi serta karomah-karomah para wali,” ujar Kang Ubay.

​Apresiasi dan Tantangan Keterbatasan Fasilitas
​Dedikasi Kang Ubay dalam merehabilitasi ODGJ mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk mantan Bupati Subang, Bapak H. Ruhimat, yang sempat memberikan wakaf lahan seluas 7 hektar untuk pengembangan fasilitas pengobatan dan tahfiz di dua lokasi (Tanggul dan Krapyak). Jajaran kepolisian dan instansi daerah di Subang pun telah mengenal baik kiprah sosial pesantren ini.

​Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi pesantren saat ini adalah keterbatasan fasilitas. Hingga kini, pesantren baru mampu menampung sekitar 40 orang pasien karena keterbatasan tempat. Fasilitas penunjang seperti asrama yang layak, ruang madrasah, serta musala masih sangat sederhana dan membutuhkan uluran tangan dari para dermawan serta pemerintah.

​Misi Mulia Memanusiakan Manusia
​Kang Ubay menegaskan bahwa perjuangannya dilandasi oleh niat tulus untuk “memanusiakan manusia” yang sering kali telah dibuang oleh keluarga maupun lingkungan sekitar. Biaya operasional pesantren ini sebagian besar bersumber dari hasil ceramah beliau serta doa bersama para dermawan yang menitipkan harapan di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum 2.

​Dengan uluran tangan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah, dinas sosial, Kementerian Kesehatan, hingga para tokoh masyarakat, diharapkan pesantren ini dapat berkembang lebih besar lagi guna menyelamatkan lebih banyak jiwa yang membutuhkan uluran tangan.

Asep Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.