15 Maret 2026

Sebuah Kejadian Memilukan, Tiga Tahun Diajukan Tak Kunjung Direspon, Atap Rumah Kakek Rohman Ambruk

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com. Kamis 6 November 2025 – Sebuah kejadian memilukan menimpa seorang warga lanjut usia bernama Rohman (86), warga Dusun Babakan Dago, RT 03 RW 04, Desa Cibunar Kecamatan Rancakalong Kab. Sumedang. Rumah sederhana miliknya ambruk pada bagian atap depan, Rabu (5/11/2025). Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan ketimpangan perhatian pemerintah terhadap warga rentan di pedesaan.

‎Rumah tersebut berukuran 4 x 6 meter, berdiri di pinggir tebing pesawahan yang rawan longsor. Dibangun dari bilik bambu dan kayu tua yang sudah rapuh karena usia, bangunan itu sudah tidak layak huni. Saat atap rumahnya runtuh, Pak Rohman sedang berada di dalam rumah. Beruntung, ia tidak mengalami luka apapun, namun trauma dan kekhawatiran akan keselamatan dirinya semakin mendalam.

‎Warga sekitar segera bergerak melakukan tindakan darurat dengan bergotong royong memperbaiki bagian rumah yang roboh sebisa mungkin. Ade Herdiana, Ketua RW 04 setempat menyatakan bahwa mereka harus meminjam bahan bangunan dan alat dari toko bangunan karena keterbatasan biaya. “Kami bersama warga bergotong royong untuk memperbaiki rumah Pak Rohman semampunya. Tapi untuk beli alat dan material seperti kayu pun kami masih ngebon dulu ke toko bangunan,” ujarnya.

‎Kondisi rumah yang sangat memprihatinkan ini sebenarnya sudah lama menjadi perhatian masyarakat dan pihak desa. Kepala Desa Cibunar, Heni Susilawati mengungkapkan bahwa pihak desa telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah kepada Dinas Perkim dan Baznas Kabupaten Sumedang sejak tiga tahun lalu. Sayangnya, hingga saat ini belum ada realisasi dari pemerintah daerah.

‎“Sudah bertahun-tahun kami usulkan agar rumah Pak Rohman diperbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Heni dengan nada penuh keprihatinan. Ia menambahkan bahwa kondisi rumah Pak Rohman sudah sangat memprihatinkan dan seharusnya menjadi prioritas utama dalam program pembangunan desa.

‎Pak Rohman sendiri tinggal sendiri di rumah tersebut. Usia yang sudah lanjut membuatnya sangat membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman. “Beliau tinggal sendiri, sudah tua, dan rumahnya tanpa tembok, hanya dari bilik bambu saja. Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar beliau punya tempat tinggal yang layak dan aman,” harap Heni.


‎Kisah ini mencerminkan realitas pahit ketimpangan perhatian antara program pembangunan nasional dengan kebutuhan dasar warga kecil di pedesaan. Sementara sebagian besar program pembangunan berjalan sesuai target dan sasaran tertentu, masih banyak warga seperti Pak Rohman yang harus menunggu bencana atau kejadian darurat agar mendapatkan perhatian.

‎Kepala Desa Cibunar menegaskan bahwa mereka telah berupaya maksimal membantu warganya secara swadaya. Namun, langkah tersebut tidak cukup menggantikan peran pemerintah pusat maupun daerah dalam memberikan solusi jangka panjang bagi warga rentan seperti lansia dan keluarga miskin.

‎Peristiwa ambruknya atap rumah Pak Rohman menjadi sinyal keras bahwa still ada pekerjaan besar yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam hal pemerataan akses layanan dasar dan perlindungan sosial. Pemerintah perlu mempercepat realisasi program-program bantuan sosial khususnya program Rutilahu agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.

‎Kisah Pak Rohman adalah potret nyata ketidakmerataan perhatian negara terhadap rakyat kecil di pedesaan. Meskipun berbagai program terus berjalan, kenyataannya banyak warga lansia harus menunggu sampai atap rumah mereka ambruk agar suara mereka didengar dan mendapatkan perhatian serius dari pemangku kebijakan.

‎Diperlukan komitmen nyata dari seluruh elemen pemerintahan untuk memastikan bahwa hak hidup layak terpenuhi bagi semua warga negara tanpa terkecuali. Jangan sampai kejadian tragis seperti ini kembali terjadi karena ketidakpedulian sistem atau lambatnya respon pemerintah terhadap kebutuhan rakyat kecil di pelosok negeri.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.